JAKARTA – Sebanyak 11 warga Aceh saat ini masih berada di wilayah perbatasan Malaysia-Indonesia, tepatnya di Etikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Mereka menjadi korban penipuan oleh agen penyalur tenaga kerja ilegal.
Saat ini kondisi mereka sangat memprihatinkan karena sudah tidak memiliki biaya untuk pulang ke Aceh, hingga terlantar di Etikong. Hal ini melahirkan keprihatinan dari senator asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma.
Haji Uma yang mengetahui perihal tersebut dari berita media, langsung menugaskan staf ahlinya Muhammad Daud untuk berkomunikasi dengan warga Aceh yang masih tertahan di Etikong hingga saat ini. Dari hasil komunikasi, menurut Muhammad Daud, hingga kini mereka masih berada di Polsek Etikong, Sanggau Provinsi Kalimantan Barat.
Muhammad Daud juga menuturkan, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Kantor Daerah DPD RI di Pontianak untuk nantinya membantu tempat penampungan, serta kendaraan bagi transportasi pengangkutan warga Aceh di sana.
Sementara itu, Haji Uma atau H. Sudirman juga telah melakukan komunikasi dengan Ketua DPD RI, H. Oesman Sapta (OSO) dalam upaya advokasi bagi pemulangan warga Aceh dari Etikong. Menurut Haji Uma, Ketua DPD RI juga berkomitmen untuk turut membantu.
“Alhamdulillah, kita telah menjalin komunikasi langsung dengan warga Aceh yang tertahan di Etikong via staf ahli, Muhammad Daud. Selain itu pada tingkatan lain, saya juga telah berbicara dengan Ketua DPD RI, Bapak Oesman Sapta yang berkomitmen membantu pemulangan para warga Aceh dari Etikong, Kalbar,” ungkap Haji Uma.
Haji Uma menyebutkan, sejauh ini telah muncul solusi bagi advokasi pemulangan warga Aceh yang terlantar di Etikong. Ketua DPD RI akan turut membantu biaya pemulangan dan Kantor DPD RI Provinsi Kalimantan Barat juga membantu tempat penampungan sementara, serta dukungan transportasi.
“Kita akan terus berkomunikasi dengan warga Aceh di sana sembari mengupayakan proses pemulangan mereka ke Aceh. Dalam hal ini, kita berdoa dan berharap agar proses yang sedang kita upayakan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga para saudara kita dapat secepatnya kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga,” ujar Haji Uma. [](rel)



