BANDA ACEH – Seniman dan budayawan Aceh, Muhammad Yusuf Bombang kembali membaca hikayat Sastra Lisan Aceh, Hiem di acara Revitalisasi Sastra Lisan Berbasis Komunitas di House 10 Cafe, Banda Aceh pada Senin 27 Agustus 2018.
“Hiem sebagai salah satu sastra lisan Aceh yang dianggap masih sangat perlu perhatian khusus untuk dilestarikan, diperkenalkan kepada generasi muda dan dikembangkan,” kata Yusuf di sela acara.
Pertunjukan Komunitas Hiem Keumala Intan malam ini, kata Yusuf, adalah hasil garapannya, sekaligus ia sendiri juga turut membacakan hikayat.
“Pertunjukan malam ini, adalah sebagai tindak lanjut dari acara Revitalisasi sastra lisan Aceh berbasis Komunitas Hiem oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, pada tgl 25 April 2018 lalu di Balai bahasa Aceh,” sambungnya.
Pada acara pertunjukan yang dimulai pada pukul 20:30 wib itu, Muhammad Yusuf juga bertindak menjadi narasumber, bersama Dosen Sastra Aceh-Unsyiah, Dr. Harun Al-Rasyid. M.Pd.
“Di acara revitalisasi sastra ini kami turut juga mempersembahkan Tarian Tari Kreasi oleh Sanggar Humaira, serta pembacaan puisi, diantaranya oleh De Keumalawati dan Ibrahim Sembring,” kata Yusuf. []


