SIGLI – Sebanyak 13.767 jiwa dilaporkan masih tinggal di pengungsian setelah banjir menerjang Kabupaten Pidie, Rabu, 27 Januari 2016 lalu. Banyak warga yang mengungsi karena tempat tinggal mereka masih tergenang dan ada juga yang rumahnya hilang diterjang banjir.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pidie, M.Iriawan, SE, dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir dengan jajaran pemerintahan, di Aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie, Jumat, 29 Januari 2016.
Sementara warga yang mengungsi berasal dari Kecamatan Padang Tiji sebanyak 7.656 jiwa. Mereka menempati 5 titik pengungsian, yakni Gampong Lhok Tanjong, Kupula, Gampong Meuria, Baro Beurabo, dan Seulingein. Selain itu, 2.703 warga Kecamatan Batee juga mengungsi di 5 titik pengungsian, seperti di Gampong Tuha, Lhok Seumani, Teupin Raya, Meucat, dan Gampong Dayah.
Sedangkan Kecamatan Muara Tiga, terdapat 3.408 jiwa warga yang mengungsi di Gampong Tuha Bihueu, Gampong Papuen dan Posko Kecamatan.
Semua pengungsi saat ini sudah mendapatkan bantuan sembako sehingga kebutuhan makan mereka tidak ada masalah lagi, kata Wakil Bupati Pidie.
Menurut Iriawan, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat sudah datang ke lapangan untuk mendata tingkat kerusakan akibat bencana banjir.
Kita berharap masalah banjir, baik kerusakan fasilitas umum maupun rumah warga, cepat mendapat perhatian dari pusat, kata Wabup Pidie dalam rapat yang turut dihadiri Dandim 0102 Pidie Letkol INF Usik Samwa.[](tyb)



