BANDA ACEH – Harga gula pasir dan minyak makan masih stabil di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Rabu, 14 Ramadhan 1439 H/ 30 Mei 2018.
“Harga gula pasir Rp 12 ribu per kilogram, dan harga minyak makan Rp 12 ribu per kilogram, harga tersebut sama dengan harga sebelum puasa, sedangkan harga telur, kini Rp 37 ribu per papan,” kata Afrizal, salah seorang penjual grosir sembako (sembilan bahan pokok) di Lambaro.
Sementara di toko lain, ketika portalsatu.com/ menanyakan, harga telur Rp 38 ribu per papan. Selain telur, terkait dengan harga cabai, selama bulan Ramadan harganya turun, yakni Rp 20 ribu per kilogram, namun sebelum puasa per kilogram mencapai Rp 38 ribu.
“Harga cabai merah, mengalami penurunan karena terjadi hasil produksi panen yang melimpah,” kata salah seorang pedagang Lambaro.
Terkait dengan harga rempah-rempah lainnya, di Pasar Lambaro harga bawang merah juga masih stabil, berada di harga Rp 35 ribu per kilogram, dan bawang Bombai Rp 15 ribu yang sebelum puasa dijual Rp 12 ribu per kilogram.
Sedangkan harga daging ayam di Lambaro dijual Rp 40 rb/ ayam potong.
Harga di Pasar Induk Lambaro stabil, selain harga gula dan minyak makan, kestabilan harga juga terjadi pada beras. Demikian juga dengan harga beras di Simpang Tujoh Ulee Kareng.
“Harga terendah beras Rp 135 ribu per zak dengan berat 15 kilogram, dan tertinggi Rp 165 ribu per zak. Dan beras yang di pasok ke Banda Aceh lebih banyak berasal dari Beureunun,” kata Reza, salah satu penjual grosir beras terbesar di Simpang Tujoh.
Reza mengatakan, harga emping melinjo kualitas terbaik sekarang dijual Rp 80 ribu per kilogram, dan sebelum puasa Rp 60 ribu.
“Yang mempengaruhi harga pasar umumnya adalah tergantung pada hasil produksi, hasil produksi yang berkurang akan mengakibatkan harga naik, demikian juga sebaliknya, harga akan murah dengan melimpahnya hasil produksi panen,” kata Reza.[]
Penulis: Jamaluddin




