Rasulullah Saw telah mengajak kita melalui sabda beliau untuk memperbanyak membaca Alquran, terlebih di bulan Ramadhan ini. Nabi Saw juga memanjangkan bacaan Alqurannya saat shalat malam di bulan Ramadhan, lebih dari malam-malam di bulan lainnya.
Tentu saja ini adalah sesuatu yang disyariatkan bagi mereka yang ingin memanjangkan bacaannya sesuai dengan kehendaknya, maka hendaknya ia shalat sendiri. Namun boleh juga memperpanjang bacaan dalam shalat berjamaah atas persetujuan para jamaah. Selain itu, maka dianjurkan untuk membaca dengan bacaan yang ringan.
Imam Ahamd berkata kepada sebagian sahabatnya yang shalat bersamanya di bulan Ramadhan, “Mereka itu orang yang lemah, maka bacalah lima, enam, atau tujuh ayat”. Berdasarkan pernyataan Imam Ahmad rahimahullah untuk memperingatkan agar memperhatikan keadaan para makmum dan jangan membebani mereka.
Apa yang dilakukan oleh Rasulullah juga dipraktekkan para salafussaleh, dimana membaca Alquran di bulan Ramadhan di dalam shalat dan di luar shalat. Mereka menambah perhatian mereka terhadap Alquran yang mulia. Al-Aswad rahimahullah mengkhatamkan Alquran setiap dua hari. An-Nakha-I mengkhatamkannya setiap tiga hari, dan di sepuluh hari terakhir beliau tambah giat lagi.
Sementara itu Qatadah mengkhatamkan Alquran di setiap tujuh hari dan di sepuluh hari terakhir beliau menyelesaikannya dalam tiga hari. Apabila bulan Ramadhan tiba, Az-Zuhri mengatakan, “Bulan ini adalah bulan membaca Alquran dan memberi makan”. Bahkan Imam Malik apabila masuk bulan Ramadhan meninggalkan membaca hadis dan berdiskusi bersama penuntut ilmu lainnya, beliau memfokuskan diri untuk membaca Alquran dari mushafnya. Qatadah fokus mempelajari Alquran di bulan Ramadhan.
Hal ini juga dikerjakan oleh Sufyan ats-Tauri apabila datang bulan Ramadhan beliau meninggalkan ibadah sunnah dan menyibukkan diri dengan membaca Alquran. Dan masih banyak lagi riwayat-riwayat tentang perhatian para salaafush shalih terhadap Alquran di bulan Ramadhan.
Sedangkan keutamaan membaca Alquran sangat banyak dijelaskan, salah satunya adalah Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam bersabda:
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tarmizi)
Ini diperkuat juga oleh hadis lain, Rasulullah bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” (HR. Ahmad )
Rasulullah merupakan suri tauladan kehidupan kita dan dalam hal ini baginda nabi juga ikut mengkhatamkan Alquran di bulan mubarak ini. Hal Ini dicontohkan langsung oleh Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)” (HR. Bukhari no. 4614)
Mari kita khatamkan Alquran sebanyak mungkin di bulan yang mulia ini. Kalau tidak sekarang kapan lagi kita menyisihkan waktu untuk memperbanyak membaca kalam ilahi ini. Mari berlomba dalam kebaikan menjemput pahala disisi-Nya. Amin.[]




