SIGLI – Sebanyak 15 paket proyek yang bersumber dari alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA)  tahun 2020 di Kabupaten Pidie masih proses pelelangan  di Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kabupaten Pidie. Sedang proyek bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) terpaksa ditunda berkaitan wabah Coronavirus disease-2019 Covid-19.

Hal itu disampaikan Asisten II Setdakab Pidie, Buchari, AP, M.Si, yang juga Plt. Kepala ULP Pidie, Rabu, 15 April 2020. Ke-15 paket proyek tersebut terdiri dari konstruksi fisik jalan, pengadaan dan pengawasan dengan total anggaran sebesar Rp39,5 miliar.

Buchari menjelaskan, sampai kini belum ada kendala dalam pelelangan termasuk belum ada instruksi penghentian proses tender untuk proyek DOKA. Sesuai aturan proses tender dilanjutkan karena waktu tahun anggaran sudah memasuki triwulan kedua.

“Kita jalan terus prosesnya untuk 15 paket ini. Jika sudah instruksi nanti baru dihentikan. Yang tidak bisa kita hentikan lagi ketika sudah ada perjanjian kontrak,” jelasnya.

Berdasarkan data dari laman http://lpse.pidiekab.go.id/eproc4, 15 proyek dari DOKA tahun 2020 meliputi:

1.  Pembangunan lanjutan Masjid Agung Al-Falah  Sigli senilai Rp 16,8 miliar.

2. Peningkatan jalan Peukan Pidie-Gajah Ayee senilai Rp 680 juta.

3. Peningkatan jalan Kota Mini-Gumpueng (lanjutan) Rp 1,6 miliar.

5. Proyek ruas jalan Gampong Jeumpa-Menjee sebesar Rp 1,5 miliar.

6. Peningkatan jalan Gampong Pisang-Riweuk senilai Rp 2,2 miliar.

7. Lanjutan ruas jalan Tring Judo-Mampree, Tiro sebesar Rp 2,4 miliar.

8. Lanjutan ruas jalan Pasar Paloh-Mesjid Peudaya senilai Rp 2,3 miliar.

9. Ruas jalan Dayah Andeue-Mesjid Andeue Rp 2,6 miliar.

10. Ruas jalan Ulee Birah-Suwiek Rp 2,1 miliar.

11. Ruas jalan Kulee-Pasie Beurandeh Rp 2,3 miliar.

12. Pengadaan mobil pemadam kebakaran sebesar Rp 1,6 miliar.

13. Pengawasan jalan 3 paket masing-masing Rp 180 juta, Rp 240 juta dan Rp 250 juta. Sedangkan untuk pengawasan pembangunan Masjid Agung Al-Falah dianggarkan Rp 500 juta.[**]