ACEH UTARA – Sebanyak 18 warga Kabupaten Aceh Utara yang bekerja di perantauan sudah kembali ke kampung halaman. Mereka dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami gejala awal terjangkit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kabag Humas Aceh Utara, Andree Prayuda mengatakan, petugas kesehatan dari dinas terkait telah mengecek kesehatan warga tersebut, dan dipastikan mereka dalam keadaan sehat.

“Kondisi mereka tidak ada yang sakit, setelah itu kita minta mereka untuk membuat surat pernyataan untuk karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” kata Andree saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 14 April 2020.

Andree menyebutkan, jika mereka nantinya saat isolasi mandiri di rumah mengalami gejala virus corona, maka harus bersedia dibawa ke shelter (barak) tempat isolasi yang telah disediakan Pemkab Aceh Utara.

“Surat itu dibuat, jika nanti mereka merasakan (gejala corona), maka mereka bersedia untuk kita bawa ke shelter. Kan gak mungkin kita paksa kalau mereka tidak mau, tapi intinya kita ikat mereka dengan perjanjian,” ujar Andree yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh Utara.

Sementara bagi mereka yang secara pribadi ingin karantina di shelter, kata Andre, pemerintah sudah siap menerimanya. Begitu juga dengan fasilitas yang disediakan di barak bekas imigran Rohingya, Myanmar itu.

“Sudah siap. Ada beberapa orang sudah di sana, fasilitas dan makan juga sudah di talangin sama Pemda,” ungkapnya.

Andree menyebutkan, shelter berlokasi di Gampong Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, disiapkan pemerintah berikut dengan fasilitasnya untuk tempat karantina penduduk berstatus ODP.

“Fasilitasnya satu orang akan menempati satu kamar, sanitasi, MCK, dapur umum, fasilitas kesehatan tapi tempat tidur tidak kita sediakan, bawa sendiri. Kita sudah sepakat kemarin. Karena berbahaya juga untuk orang lain, jadi kita sarankan tempat tidur bawa sendiri, mereka akan dijaga oleh petugas medis kan petugas keamanan” pungkas Andree.

Sebelumnya, sebanyak 97 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang bekerja di Malaysia telah kembali ke kampung halaman masing-masing. Mereka dipastikan dalam kondisi sehat dan diminta untuk menjalani isolasi mandiri. Dari jumlah yang dipulangkan itu, TKI asal Aceh Utara tercatat paling banyak, 18 orang.

Sebanyak 97 TKI asal Aceh yang kembali ke tanah air itu pemulangannya difasilitasi pemerintah. Di antaranya, Banda Aceh 6 orang , Pidie 8 orang, Pidie Jaya 4 orang, Bireuen 15 orang, Aceh Tengah 1 orang, Lhokseumawe 4 orang, Aceh Utara 18 orang, Aceh Timur 13 orang, Langsa 5 orang, Aceh Tamiang 11 orang, Aceh Tenggara 2 orang, Aceh Selatan 4 orang, Aceh Barat 1 orang, Aceh Barat Daya 4 orang dan Nagan Raya 1 orang.[]