LHOKSEUMAWE – Sedikitnya 194 warga Kota Lhokseumawe dilaporkan terkena serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah tersebut merupakan hasil temuan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe sejak bulan Januari hingga Juli 2016.

“Menurut catatan kita, penderita DBD di Lhokseumawe mengalami peningkatan. Tahun lalu hanya ditemukan 115 orang yang menderita penyakit DBD, namun sekarang, memasuki Juli sudah terdapat lebih dari tahun lalu,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, dr Herliza, Senin 25 Juli 2016.

Menurut Herliza, penderita DBD di Lhokseumawe tidak mengenal usia. Tak hanya orang dewasa, dari kalangan anak-anak juga banyak yang telah diserang penyakit akibat serangan nyamuk mematikan tersebut.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala penyakit itu, maka segera berobat ke puskesmas terdekat,” sebut Herliza.

Herliza menyebutkan serangan nyamuk tersebut disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

“Lhokseumawe tergolong ke dalam kategori daerah endemis, untuk itu masyarakat harus lebih terbiasa untuk mencegah sedini mungkin jentik-jentik nyamuk yang hidup tempat-tempat yang airnya tergenang bukan mengalir,” tambah Herliza.

Herliza menambahkan setiap masyarakat harus menjadikan kebersihan sebaga gaya hidup, apabila lingkungan sudah bersih maka tidak akan ada penyakit.

“Kita mengimbau setiap camat dan para geuchik, dan seluruh elemen masyarakat lainnya agar bisa menciptakan desa yang bersih dan sehat diwilayah kerjanya, sehingga bisa terbebas dari masalah DBD dengan menerapkan perilaku 3M Plus,” tambah Herliza.

Perilaku 3M Plus adalah menguras tempat penampungan air, lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air, kemudian mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. Lalu Plus yang dimaksud adalah melakukan pencegahan seperti menggunakan kelambu, memberi bubuk larvasida pada tempat penampungan air dan sebagianya.[]