SIGLI – Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah di Kabupaten Pidie. Dalam empat bulan terakhir sebanyak 191 warga terjangkit DBD yang tersebar di 21 kecamatan. Hanya dua kecamatan, Geumpang dan Glumpang Baro nol kasus.

Berdasarkan data diperoleh portalsatu com dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pidie, kasus penyakit disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu tersebar di wilayah 23 Puskesmas dari 26 Puskesmas dalam Kabupaten Pidie.

Plt. Kadiskes Pidie, dr. Dwi Wijaya, Kamis, 8 Mei 2025, mengatakan meningkatnya kasus DBD disebabkan salah satunya faktor lingkungan yang kurang bersih, sehingga menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus dengue.

“Jika selama empat bulan ada 191 warga Pidie terjangkit DBD, tidak boleh dianggap sepele. Maka patut menjadi perhatian kita bersama,” kata Dwi Wijaya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan langkah cepat, Dinas Kesehatan telah mengintensifkan kembali peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di lingkungan masyarakat yang berada di wilayah kerja masing-masing.

“Kami sangat mengandalkan kader Jumantik sebagai garda terdepan untuk memantau dan pencegahan. Mereka juga memberi pemahaman kepada warga tetap menjaga kebersihan. Tempat penampungan air, vas bunga, hingga saluran air harus tetap diperiksa,” ujar Kadis Kesehatan.

Kepada masyarakat diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan gerakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Jika kita semua menjaga kebersihan lingkungan dengan baik, maka nyamuk tidak akan memiliki tempat untuk berkembang biak. Jangan sampai kita menyesal karena terlambat bertindak, karena virus tersebut dapat mengancam nyawa,” pungkasnya.[]