LHOKSEUMAWE – Dua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Lhokseumawe mulai melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka di wilayah zona orange Coronavirus disease 2019 (Covid-19) ini pada Senin, 23 November 2020.
Keempat sekolah itu SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 5 Lhokseumawe. Hal itu dilakukan sesuai dengan rekomendasi dikeluarkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Lhokseumawe. Sehingga Dinas Pendidikan Aceh Cabang Kota Lhokseumawe melaksanakan minotoring atau evaluasi bersama Binmas Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe tentang program saweu sikula, diikuti sejumlah Kepala SMA dan SMK. Pertemuan itu diadakan di Kantor Dinas Pendidikan setempat, Selasa, 24 November 2020.
“Menyangkut aktivitas sekolah sesuai rekomendasi gugus tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka apabila sekolah sudah memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Sekarang empat sekolah yang sudah mulai yaitu dua SMA dan dua SMK. Yang berikutnya jika memang telah menyiapkan segala bentuk administrasi maupun saranan dan prasarana protokol kesehatan, maka baru bisa dilaksanakan belajar tatap muka bagi siswa,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kota Lhokseumawe, Anwar Jalil, kepada wartawan.
Namun, lanjut Anwar, tidak semua siswa dihadirkan dan secara mekanisme dapat disusun jadwal pembelajarannya. Selain keempat sekolah itu, berdasarkan hasil rapat sebelumnya bersama para kepala sekolah intinya siap melaksanakan tatap muka. Tetapi sebagian sekolah masih perlu menyelesaikan hal yang belum lengkap seperti surat pernyataan orang tua siswa dan lainnya.
“Kita berharap proses pembelajaran ini dapat berjalan dengan lancar serta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19,” ujar Anwar.
Wakil Kesiswaaan SMA Negeri 5 Lhokseumawe, Fitriani Us, mengungkapkan, sesuai persyaratan yang sudah ditentukan Dinas Pendidikan Aceh bahwa sekolah tatap muka bisa dilakukan pertama sekali ada surat pernyataan dari orang tua/wali untuk setuju anaknya belajar secara tatap muka. Kemudian, ada rekomendasi dari sekolah serta perlengkapan di sekolah untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan.
“Saat siswa tiba di sekolah kita melakukan pengecekan suhu dan dianjurkan mereka menggunakan masker. Sejak kemarin aktivitas belajar mengajar tatap muka berjalan lancar, kita berharap dapat berlanjut hingga ke depan dengan baik,” ujar Fitriani.[]



