Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaNews20 Parpol Ikut...

20 Parpol Ikut Deklarasi Pemilu Damai di Aceh, Ini Kata KIP Soal Kampanye

BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama Pemerintah Aceh menggelar deklarasi pemilu damai, di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu, 23 September 2018, pagi. Deklarasi tersebut turut diikuti 20 partai politik (parpol) terdiri dari 16 partai nasional dan empat partai lokal peserta Pemilu 2019.

Acara itu dihadiri para anggota Panwaslih Aceh mapun kabupaten/kota, komisioner KIP Aceh, masing-masing pimpinan parpol, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kapolda Aceh, Irjen. Pol. Rio S. Djambak, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief, Wakil Ketua DPRA, Drs. Sulaiman Abda, Wakil Wali Kota Banda Aceh, Drs. H. Zainal Arifin, Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pimpinan 20 parpol di Aceh bersama jajaran Pemerintah Aceh, KIP Aceh, Panwaslih Aceh, Lembaga Wali Nanggroe Aceh, dan TNI, Polri turut menandatangani deklarasi kampanye damai tersebut.

“Kampanye ini dimulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Perlu diketahui bahwa deklarasi pemilu damai ini bukan sekadar seremonial, tetapi penting untuk menjunjung tinggi nilai-nilai yang demokratis secara aman, nyaman dan tertib,” kata Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi.

Tharmizi menyebutkan, diperlukan konsistensi bagi seluruh peserta pemilu dalam menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat di Provinsi Aceh. Selain itu harus memerhatikan norma kearifan lokal di Aceh. Seragam politik boleh berbeda tapi tujuannya tetap sama yaitu menyejahterakan rakyat Aceh.

Ketua Pokja Kampanye KIP Aceh, Tgk. Akmal Abzal, menjelaskan, ada sembilan metode dalam berkampanye bagi peserta Pemilu 2019. Yakni, pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka, penyebaran bahan kampanye, media sosial, iklan media cetak dan elektronik, rapat umum, debat pasangan capres dan cawapres, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), dan kegiatan lainnya yang tidak melanggar ketentuan.     

“Hanya iklan kampanye dalam bentuk media cetak dan elektonik, dan rapat umum yang tidak boleh melakukan mulai hari ini (Minggu, 23 September 2018). Khusus kedua metode tersebut, terikat waktunya selama  21 hari yaitu mulai 24 Maret hingga 13 April 2019, selain dari dua metode ini silakan dengan segenap kreasi partai politik dan caleg untuk mengampanyekan diri kepada masyarakat,” ujar Tgk. Akmal.

KIP Aceh mengajak semua peserta Pemilu 2019 bersama-sama memegang teguh tiga prinsip kampanye, yakni jujur dan jangan membohongi rakyat, terbuka atau jangan sering rapat tertutup tapi dibuat rapat terbuka maupun sebaliknya, serta dialogis.

“Berkampanyelah secara sopan, mendidik, bijak, beradab dan tidak provokatif sebagaimana termaktub dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum,” ungkap Tgk. Akmal.

Sementara itu, usai acara seremonial tersebut, dilakukan konvoi menggunakan mobil hias ciri khas partai masing-masing yang diikuti 20 parpol serta para calon anggota DPD RI mengelilingi kota Banda Aceh. Pelepasan dilakukan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansah, didampingi Kapolda Aceh, Irjen. Pol. Rio S Djambak, dan Pangdam Iskan Muda, Mayjen TNI Teguh Arief.[]

Baca juga: