KUTACANE – Akibat curah hujan dengan intensitas tinggi 23 desa di tujuh kecamatan wilayah Aceh Tenggara dilanda banjir, Kamis, 10 Oktober 2024, malam.
Kabid Pencegahan BPBD Aceh Tenggara, Zainal Abidin, mengatakan sebanyak 23 desa di tujuh kecamatan terendam banjir. Beberapa tanggul sungai kembali jebol, sehingga air meluap ke rumah warga dan fasilitas umum.
Dampak luapan air Sungai Lawe Kinga juga mengakibatkan terganggunya akses Jalan Kutacane – Medan di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel. Pasalnya, sungai itu tersumbat dengan gelondong kayu dan material bebatuan di bawah jembatan.
“Hingga sore ini jalan nasional masih tergenang air. Akibatnya jalan sedikit macet karena air dan lumpur masih menggenangi badan jalan,” kata Zainal Abidin kepada portalsatu.com/, Jumat (11/10).
Zainal menyebut banjir juga menghanyutkan jembatan gantung di Jambur Mamang, Kecamatan Darul Hasanah. Selain itu, lahan perkebunan, pertanian dan perikanan warga rusak berat.
“Kita sudah mengerahkan anggota TRC BPBD ke lokasi untuk terus melakukan pendataan, dan mengerahkan satu unit ekskavator untuk kembali menutup beberapa tanggul yang jebol dan air masih menggenangi pemukiman rumah warga,” ujarnya.
Adapun 23 desa terendam banjir meliputi:
1. Kecamatan Bambel: Desa Ampera,
Desa Lawe Hijo, Desa Lawe Hijo Metuah, Desa Pinding, Desa Kuning I, Desa Bambel Gabungan, Desa Pancar Iman, Desa Kuning I, Desa Kuning II, Desa Pedesi, dan Desa Trt. Seperai.
2. Kecamatan Lawe Sumur: Desa Setia Baru, Desa Kuta Lesung, Desa Buah Pala, dan Desa Trt. Megara Lawe Pasaran Dusun Nasi.
3. Kecamatan Lawe Bulan: Desa Lawe Sagu Hulu, dan Desa Kandang Mbelang Mandiri.
4. Kecamatan Tanoh Alas: Desa Salim Pinim I, Desa Tenembak Alas, dan Desa Jambur Permata.
5. Kecamatan Darul Hasanah: Desa Tanjung Lama.
6. Kecamatan Babussalam: Desa Perapat Hilir.
7.Kecamatan Ketambe: Desa Ketambe.[](Supardi)






