LHOKSEUMAWE- Universitas Malikussaleh (Unimal) menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk membuka Program Studi (Prodi) Teknik Perminyakan di kampus itu. Peran BPMA dinilai sangat penting karena Unimal belum memiliki tenaga pendidik lulusan magister teknik perminyakan.
Rektor Unimal, Dr. Herman Fithra mengatakan, pada 4 Februari 2021 pihaknya sudah membicarakan hal teknis agar karyawan BPMA dapat mengisi tenaga pengajar (dosen istimewa) di Unimal. Selain itu, tenaga dosen juga akan di-support dari Mubadala Petroleum, perusahaan yang bergerak di bidang Migas.
“Kami mengharapkan dalam tahun 2021 bisa keluar izinnya dan dipercepat prosesnya. Kita juga nantinya mengusulkan ke Dikti dengan skema yang baru, sehingga kalau disetujui, nanti akreditasnya langsung unggul. Supaya ada jaminan, begitu selesai studi langsung diterima untuk bekerja di tempat yang berhubungan dengan perminyakan. Maka kita membuat kerja sama dengan pihak terkait,” ujar Herman Fithra, Senin, 8 Februari 2021.
Herman memperkirakan sekitar Agustus dan September 2021 izin program studi perminyakan ini sudah keluar, sehingga dapat membuka pendaftaran mahasiswa untuk tahap perdana.
Salah satu pertimbangan membuka program studi ini, tambah Herman, agar tenaga kerja untuk mengelola cadangan gas yang masih ada di Aceh, nantinya dapat disuplai dari Unimal.
“Agar nanti tidak ada lagi istilah kita hanya jadi penonton, maka kita mendorong prodi itu. Jadi, nomenklaturnya kalau prodi untuk Strata Satu (S1) namanya Prodi Teknik Perminyakan, kalau Diploma III (D-III) itu baru Migas,” jelas Herman Fithra. [-]



