Senin, Juni 24, 2024

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...

Hujan dan Angin Kencang,...

ACEH UTARA - Dua rumah di Dusun Dua Lampoh U, Keude Pantonlabu, Kecamatan...

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...
BerandaBerita Lhokseumawe399 Prajurit TNI...

399 Prajurit TNI Kembali ke Aceh Usai Bertugas di Papua, Ini Kata Pangdam IM

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 399 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 113/Jaya Sakti yang telah melaksanakan tugas menjaga wilayah perbatasan RI-PNG di Papua, kembali ke satuan asal di Aceh. Kepulangan mereka menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni-520 disambut Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Aceh Utara, Rabu, 24 Mei 2023.

Pangdam IM Novi Helmy Prasetya mengatakan penugasan para prajurit tersebut di Papua selama 15 bulan.  “Alhamdulillah, hari ini, mereka telah mendarat (kembali di Aceh), dan menjadi suatu kebanggaan, karena sudah berhasil saat bertugas di sana, saatnya mereka kembali ke satuan asal dan bisa bertemu lagi bersama keluarganya,” katanya.

“Nantinya akan kita berikan cuti kepada anggota sebagai apresiasi,” ucap Pangdam didampingi Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Kav Kapti Hertantyawan.

“Hari ini adalah hari yang sangat bahagia sekaligus membanggakan bagi kita semua. Karena prajurit yang terpilih dari Yonif RK 113/JS telah kembali ke satuannya dalam keadaan aman, serta mampu menjawab kepercayaan dan kehormatan negara dengan menjalankan tugas dengan baik sehingga dapat mengharumkan nama satuan Yonif RK 113/JS,” kata Danrem Hertantyawan

Hertantyawan juga memberikan ucapan selamat kepada prajurit yang telah kembali dari daerah penugasan. “Seluruh kerja keras kalian merupakan bukti bahwa peran dan partisipasi TNI di daerah penugasan masih sangat dibutuhkan keberadaannya,” ucapnya.[](ril)

Baca juga: