SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) menyampaikan empat pesan penting kepada puluhan peserta Pendidikan Kader Ulama (PKU) di Aula LPSE, Kompleks Perkantoran, Kamis, 17 Juli 2025.

Empat pesan tersebut diharapkan menjadi pegangan dan inspirasi bagi peserta agar serius mengikuti PKU yang berlangsung sejak 17 Juli sampai 05 Agustus diprakarsai Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam.

Dalam kegiatan PKU dengan tema “Dengan peningkatan kapasitas ulama muda kita tingkatkan peran MPU dalam melahirkan calon ulama masa depan Kota Subulussalam” itu HRB menguraikan secara lugas empat pesan penting untuk peserta PKU.

“Saya ingin menitipkan pesan, pertama jadilah kader yang tidak hanya menguasai ilmu syar’i, tapi juga peka terhadap problematika sosial. Jangan menjadi menara gading yang tinggi, tapi jauh dari umat. Jadilah pelita yang menerangi sekitar walaupun dengan satu ayat,” ungkap HRB yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Selanjutnya, kata HRB pahami bahwa dakwah hari ini butuh pendekatan yang bijak, argumentatif dan kontekstual. Umat membutuhkan pencerahan bukan penghakim, pembutuhkan pemersatu bukan pemecah.

Ketiga, ia mengajak peserta bersama-sama menjaga keaucian niat dan keikhlasan dalam berjuang, menjadi ulama bukan jalan menjadi popularitas, tapi jalan sunyi menanggung beban umat. Tapi percayalah, bahwa jalan-jalan ini adalah jalan yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Terakhir, ulama diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Pasalnya, kata HRB, sebagai wali kota dan wakil wali kota, tentunya mereka tidak akan pernah bisa sendiri mewujudkan kota Islami dan kota santri, tanpa dukungan seluruh pihak.

Pembukaan acara tersebut dihadiri Forkopimda, Ketua MPU, Sekda dan para kepala badan, dinas dan kantor serta sejumlah Anggota MPU berikut Sekretaris Alimsyah.

Dalam laporannya, Alimsyah mengatakan kegiatan PKU diikuti 60 peserta terdiri 30 perempuan dan 30 laki-laki berasal dari sejumlah Pondok Pesantren/Dayah yang ada di Kota Subulussalam. Kegiatan ini berlangsung selama 20 hari mulai 17 Juli sampai 05 Agustus 2025.[]