Imlek merupakan salah satu hari raya yang paling ditunggu-tunggu oleh rakyat China. Ornamen serba merah yang dipercayai oleh orang Tionghoa dapat membawa keberuntungan pun mulai menghiasi beberapa tempat di Indonesia. Untuk kamu yang belum tahu, Imlek ditetapkan sebagai hari besar nasional oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan nama Gus Dur pada tahun 2001. Ini membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya.

Seperti perayaan yang sudah-sudah, ada banyak bisnis bertemakan Imlek yang ramai diserbu konsumen. Bisnis apa saja itu? Simak terus ya!

1. Kue Keranjang
Sudah merupakan hal umum jika penjualan kue keranjang menjadi salah satu bisnis yang paling banyak dikunjungi konsumen pada saat Tahun Baru Imlek. Kue keranjang atau dodol China hanya dibuat 1 tahun sekali menjelang perayaan Tahun Baru Tionghoa. Menariknya lagi, kue ini tidak hanya memiliki bentuk yang unik saja tapi memang wajib disajikan pada saat melakukan upacara ibadah, dibagikan kepada saudara, atau bahkan teman. Bisnis kue keranjang umumnya akan terus ramai diserbu konsumen hingga perayaan Cap Go Meh, yaitu pada tanggal 2 Maret.

2. Buah-buahan
Pada perayaan Tahun Baru China, umumnya kaum Tionghoa berkumpul untuk makan di malam sebelumnya. Makanan yang disajikan biasanya adalah misoa, ayam jahe, dan buah-buahan segar sebagai makanan penutupnya. Nah, jenis buah-buahan seperti  jeruk, pir, lengkeng, dan buah naga wajib dihidangkan sebagai tanda perayaan Imlek. Itu sebabnya, dua minggu sebelum perayaan Imlek biasanya pasar sudah akan penuh dengan penjual buah-buahan. Tertarik untuk memanfaatkan peluang bisnis ini?

3. Angpao
Imlek belum lengkap tanpa angpao! Seperti yang kita sudah ketahui, pemberian angpao biasanya dibagikan oleh kaum Tionghoa yang sudah menikah kepada yang belum menikah. Amplop yang dibagikan pun dipenuhi dengan warna keberuntungan merah. Seiring dengan perkembangan waktu, desain angpao semakin bervariasi, misalnya berbentuk lingkaran dengan pernak-pernik atau karakter kartun yang lucu-lucu. Meski begitu, bentuk angpao yang tradisional seperti persegi panjang dengan tulisan lambang kebahagiaan dalam bahasa mandarin juga masih banyak diminati masyarakat, kok!

4. Baju Cheongsam
Selama perayaan Imlek tentu kamu sering menemukan masyarakat Tionghoa yang mengenakan baju Cheongsam, bukan? Cheongsam merupakan pakaian tradisional dari Dinasti Qing yang menguasai pemerintahan China pada zamannya. Selain itu, pada tahun 1920-an, jenis pakaian ini mulanya dipakai oleh kaum wanita kelas menengah ke atas. Dalam perkembangannya, Cheongsam mulai divariasikan dengan desain seperti leher tinggi, berlengan pendek, atau tipikal tren terkini lainnya. Bahan kain yang biasa digunakan adalah satin dan sutra serta dihiasi dengan motif khas Tionghoa seperti bunga, burung, dan naga. Jika kamu memiliki kemampuan menjahit baju, coba untuk pasarkan baju Cheongham menjelang bulan Imlek 2018, yuk!

5. Peralatan Sembahyang
Kebanyakan dari masyarakat Tionghoa umumnya menganut agama Buddha. Itu sebabnya pada saat perayaan Imlek berlangsung, mereka memiliki tradisi untuk sembahyang atau memanjatkan doa kepada leluhurnya. Umumnya proses ini menggunakan dupa dan lilin sebagai peralatan sembahyang. Hal ini tentu menjadi peluang bisnis yang menarik menjelang Hari Raya Imlek 2018!

Nah, jika tertarik berjualan peralatan sembahyang, kamu bisa menghias lilin dengan lambang shio anjing naga, mengingat 2018 adalah tahunnya anjing tanah.

Itu dia 5 lahan bisnis yang paling ramai dikunjungi konsumen menjelang Imlek 2018! Apakah kamu tertarik untuk memanfaatkan peluang bisnis ini? Jika iya, pastikan kamu telah melakukan perencanaan yang baik agar mendapatkan keuntungan ya! Jangan lupa juga meriset dan menganalisis penjualan bisnis Tahun Baru China tahun-tahun sebelumnya. Semoga berjalan lancar![]