PIHAK tentera Thailand berpatisipasi dalam kegiatan yang diadakan di sekolah Melayu/Tadika dan beberapa sekolah agama Islam, kegiatan ini dipublik sosial media milik pemerintah Thailand, pada 15/02/2018, pukul 17:15 pm.
Kegiatan yang diadakan sekolah-sekolah yang berasaskan agam Islam, tentera Thailand mengikuti untuk menunujukkan pertahanan identitas nasionalime Thai (rasa cinta akan negara Thai) khussusnya.
Tidak hanya di satu tempat, bahkan hampir setiap kawasan yang mempunyai sekolah Melayu/Tadika dan beberapa sekolah agama Islam, tentara Thailand selalu menunjukkan sikap baik, sedangkan hakikat sebenarnya tidak baik.
Sedangkan, tentera Thailand membawa senjata api masuk ke dalam linkungan umum, seperti sekolah dan masjid.
Hal seperti itu sangat tidak wajar, kerana masih dalam lingkungan pendidikan, bahkan boleh menakutkan anak-anak sekolah dasar.
Laporan dari pihak tentara Thailand mengatakan, bahwa tujuan utama mereka berkunjung ke sekolah adalah untuk menujukkan perhatian mereka kepada kepala sekolah, guru dan murid.
Tidak hanya itu saja, bahkan setiap kegiatan yang ada di sekolah, seharusnya menggunakan bahasa Thai dan mengakui identitas orang Thailand.
Secara tidak sadar, pemerintah Thailand mencoba untuk mengapuskan identias dan jati diri bangsa Melayu Patani, sehingga mereka lupa akan bahasa ibunda sendiri, yaitu bahasa Melayu.[]
Penulis: Aiman bin Ahmad, salah seorang aktivis Patani (Thailand Selatan) yang peduli terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).



