ANKARA – Kementerian Budaya dan Pariwisata Turki berhasil memulangkan artefak sejarah Herakles Lahdi yang dicuri sekitar 50 tahun lalu.

Sarkofagus Herakles ditemukan saat penggalian ilegal di kota antik Perge, Antalya. Benda tersebut kemudian dicuri dan dibawa ke luar negeri, sampai akhirnya diterima oleh pihak Kementerian di Jenewa.

Sarkofagus yang sempat dipamerkan di Universitas Jenewa,kemudian dikemas dan dikirim ke imigrasi pada tanggal 6 September.

Karena libur nasional di Swiss, baru Rabu pagi  benda bersejarah itu diantar ke Zürich dan diterbangkan ke Turki dengan pesawat Turkish Airlines. 

Sarkofagus Herakles tiba Istanbul Rabu malam waktu setempat.

Sarkofagus Herakles yang di simpan dalam kotak khusus, dikeluarkan dari pesawat dan dipindahkan ke bagian kargo untuk dikirim ke tempat asalnya, Antalya.[]Sumber:anadolu agency

CATATAN: Menurut wikipedia.org:
Sarkofagus adalah suatu tempat untuk menyimpan jenazah. Sarkofagus umumnya dibuat dari batu. Kata “sarkofaus” berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “memakan daging”.

Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makamatau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah.

Di Mesir kuno, sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster

Sarkofagus – kadang-kadang dari logam atau batu kapur – juga digunakan oleh orang Romawi kuno sampai datangnya agama Kristen dan Islam yang mengharuskan mayat untuk dikubur di dalam tanah.[]