BLANGKEJEREN – Ribuan warga Kabupaten Gayo Lues terpaksa mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor. Sementara dua warga yang hanyut diseret arus sungai ditemukan meninggal dunia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Muhaimin, Jumat, 28 November 2025, mengatakan posko utama darurat bencana di Gayo Lues ditempatkan di Pendopo Bupati.
“Jumlah pengungsi hingga malam ini Jumat, pukul 20.00 WIB, mencapai lima ribu orang, itupun dari Kecamatan Pining dan Putri Betung tidak termasuk karena belum terkonfirmasi akibat jalan putus dan jaringan Telkomsel terputus,” katanya.

[Pengungsi memadati Pendopo Bupati Gayo Lues. Foto: Anuar Syahadat]
Lima ribu orang yang mengungsi itu ditempatkan di Balai Pendopo Bupati, Balai Musara Blangkekeren, Puskesmas Kota Blangkekeren, Desa Penggalangan, SD dan SLB Desa Leme, Masjid Kampung Badak, Kantor Camat Rikit Gaib, dan Kantor Camat Terangun.
“Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia atas nama Selamat (laki-laki dewasa) dan Sahidan (laki-laki dewasa) warga Desa Pepalan, Kecamatan Dabun Gelang. Sedangkan korban hilang yang belum ditemukan satu orang lagi atas nama Saleh (laki-laki dewasa),” ujarnya.
Sementara jumlah rumah yang rusak ringan mencapai 98 rumah, rusak sedang 50 rumah, rusak berat 751 rumah, dengan total kerusakan rumah di Gayo Lues akibat banjir dan tanah longsor mencapai 899 rumah.[]




