BLANGKEJEREN – Kabupaten Gayo Lues mengalami bencana alam yang dahsyat paska hujan lebat selama tiga hari tiga malam, seluruh akses menuju keluar daerah putus total diakibatkan tanah longsor, jembatan hanyut dan air sungai meluap.
Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., Jum’at 28 November 2025, mengatakan hari ini jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara putus total dibeberapa titik, begitu juga dengan jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Timur, jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Tengah, dan jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Barat Daya banyak tertimbun longsor dan jembatan terputus.
“Saat ini Kabupaten Gayo Lues terisolir, Ratusan Rumah hanyut dan terendam banjir. Warga yang mengungsi harus kita prioritaskan mendapatkan logistik,” kata Bupati saat rapat dengan semua unsur di posko becana Pendopo Bupati Gayo.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai kuala Tripa terdampak banjir bandang, dan warga yang tinggal di daerah pegunungan terdmapak tanah longsor.
“Tiga korban hilang dibawa arus sungai, satu orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan dua orang lainya masih dalam proses pencarian,” katanya.
Masalah ini sudah dikaporkan Bupati Gayo Lues ke Gubenur Aceh dan ke BNPB Pusat, jika jalan sudah bisa dilintasi, BNPB akan langsung mengirimkan bantuan logistik.
Sementara untuk jalan yang tertimbun longsor, Bupati Gayo Lues sudah memerintahkan pihak terkait untuk segera melakukan penerobosan dengan alat berat, sehingga Bahan Bakar Minyak dan bantuan bisa segera masuk ke Gayo Lues.
Saat ini, jaringan Telkomsel di Gayo Lues putus total, dan jika dalam waktu dekat BBM tidak masuk ke Gayo Lues, jaringan listrik juga bakalan mati total.
“Kita membuka Posko di beberapa titik, bagi masyarakat yang terdampak, silahkan segera melapor,” ujar Bupati.
Berdasarkan data sementara yang masuk ke BPBD pada hari Kamis tanggal 27 November 2025 di Kecamatan Blangkejeren, desa yang terendam banjir andalah desa Durin, desa Bacang, desa Kutelintang, desa Sepang, desa Palok, desa Agusen, dan desa Kala Pinan.
“Tiga rumah hanyut di Desa Sepang, 15 KK mengungsi, kemudian 450 jiwa di desa Palok mengungsi, 230 jiwa di desa Agusen terisolir, puluhan rumah hanyut, dan jembatan gantung putus,” kata Kepala BPBD Muhaimin.
Di Kecamatan Kutapanjang, deaa terdampak banjir antara lain desa Rema Tue, desa Uluntanoh, desa Rikit Dekat, dan desa Rema Baru. Di Kecamatan Putri Betung, jalan lintas banyak titik mengalami longsor, desa terdampak dinataranya desa Ramung Musara, desa Meloak, desa Marpunge dusun Atu Sepit.
Di Kecamatan Rikit Gaib, desa terdampak banjir adalah desa Rempelam, desa Kuning Penomon, desa Tungel, dan desa Cane Toa. Di Kecamatan Tripe Jaya, desa terdmapak adalah desa Uyem Beriring dengan jumlah 106 KK terisolir ditambab jembatan putus, di desa Rerebe jembatan putus, desa Pulo Gelime terisolir, desa Pasir akses jalan putus ditambah jembatan gangung putus, desa Setul terisolir, desa Perlak terisolir, desa Kuala Jenrih terisolir, dan desa Buntul Musara terisolir, di Kecamatan Tripe Jaya, banyak rumah yang hanyur dibawa arus sungai.
Selain Tripe Jaya, di Kecamatan Pining juga mengalami hal yang sama, desa terendma banjir adalah desa Lesten, Pintu Rime, Pasir Putih, desa Pertik, Uring, Gajah, dan desa Pining. Di Kecamatan Pantan Cuaca, deaa terdampak antara lain desa Remukut jembatan gantung putus, desa Tetinggi Seraturan warga terisolir dan rumah hanyut, desa Seneren, dan desa Ise-Ise.
Di Kecamatan Dabun Gelang, desa yang terdampak yaitu desa Badak 15 KK terisolir, ratusan rumah terendam banjir, desa Rerebe, desa Rigeb, desa Pepalan, Pangur, Blangtemung, Kendawi, Panglime Linting, Sangir, Uning Gelung, dan Uning Sepakat. Sementara di ruas jalan Teragun jalan putus total, da di desa Ketukah Blangjerango jalan tertimbun longsor.
Untuk itu, Bupati Gayo Lues meminta kepada masyarakat agar selalu berhati-hati, dan bersama-sama bekerja untuk saling membantu.[]







