BANDA ACEH – Dalam rangka memberikan ruang bagi seniman daerah untuk menampilkan kreatifitas mereka di bidang seni, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui UPTD Taman Seni dan Budaya akan menyelenggarakan Pagelaran Seni Eksibisi dan Malam Apresiasi Seni Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2016 di Taman Seni dan Budaya pada 9 – 12 Desember 2016.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si, mengatakan, kegiatan tersebut untuk melestarikan dan menumbuhkan semangat serta rasa memiliki masyarakat Aceh pada budaya yang merupakan bagian kekayaan nusantara yang harus dilestarikan.
Reza mengatakan, masyarakat Aceh patut berbangga hati karena beberapa seni dan budaya tradisional Aceh telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2016 di Jakarta.
“Warisan Budaya Tak Benda tersebut adalah Canang Kayu, Tari Menatakhen Hinei, Likok Pulo, Meracu, Meugang, Nandong, Pacu Kude, dan Tari Guel,” kata Reza.
Pada kesempatan lain, Kepala UPTD Taman Seni dan Budayga, Suburhan, SH, mengatakan, kegiatan Pagelaran Seni tersebut didukung oleh beberapa Sanggar Seni yang akan tampil secara bergantian selama 3 malam berturut-turut.
“Kita akan menampilkan beberapa tarian tradisional, tari kreasi baru dan paduansuara dari beberapa Kabupaten/Kota di antaranya Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Langsa, dan Aceh Timur,” katanya.
Pagelaran Seni ini juga dimeriahkan oleh beberapa group musik Aceh, di antaranya Mandaya Band.Turut juga berpartisipasi Sanggar Wanda dari Banten yang akan memeriahkan acara dengan menampilkan 4 kali pagelaran seni pada tanggal 12 Desember 2016.
Masyarakat umum dipersilahkan datang untuk memeriahkan acara tersebut tanpa dipungut biaya.
Dalam siaran pers disebutkan, untuk informasi lebih lanjut, silahkan datang langsung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, UPTD Taman Seni dan Budaya di Jl. Teuku Umar, Seutui Banda Aceh.
Disebutkan pula, dengan terselenggaranya kegiatan Pagelaran Seni Eksibisi dan Malam Apresiasi Seni Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda IndonesiaTahun 2016 ini diharapkan agar masyarakat dapat lebih mengenal lagi seni dan budaya tradisional yang ada di Aceh serta ikut terus menjaga keasliannya sehingga seni dan budaya Aceh dapat terus dilestarikandan terkenal sampai ke mancanegara.[]




