ACEH UTARA – Sawah petani seluas 977 hektare di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengalami kekeringan lantaran sudah lama tidak turun hujan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, kepada portalsatu.com/, Senin, 22 Maret 2021, mengatakan sejak dua bulan terakhir terjadi kekeringan di beberapa kawasan. Berdasarkan pantauan pihaknya sampai 14 Maret 2021 terdapat 11 kecamatan yang sawah petani mengalami kekeringan. Yaitu Kecamatan Lhoksukon, Geureudong Pase, Meurah Mulia, Dewantara, Baktiya Barat, Samudera, Sawang, Baktiya, Kuta Makmur, Nisam dan Lapang.

“Total keseluruhan yang berdampak kekeringan sawah mencapai 977 hekatare (Ha). Artinya, itu sekitar 2,54 persen dari total luas sawah yang ada di Aceh Utara. Dari jumlah luas lahan tersebut kita kategorikan tingkat kekeringan yakni ringan, sedang, berat dan puso. Untuk kondisi kekeringan kategori ringan 432 ha, sedang 372 ha, dan berat 173 ha, sedangkan puso atau gagal panen belum kita temukan,” kata Erwandi.

Erwandi menyebutkan, menghadapi kondisi kekeringan itu pihaknya telah menyiapkan program penanganan jangka pendek, yakni pembangunan sumur bor untuk petani khususnya di beberapa titik di luar layanan sistem saluran irigasi. “Karena kita juga ada brigade Alsintan yang mempunyai beberapa unit pompa mobile yang diperuntukkan pinjam pakai untuk petani atau masyarakat yang memang sangat membutuhkan sumber air seperti saat ini”.

“Kemudian, tim penyuluh kita juga berusaha mengedukasikan masyarakat menghadapi persoalan seperti ini. Tentunya kita harus menanam tanaman padi dengan varietas yang memang toleran terhadap kekeringan. Seperti varietas dari Inpago, Situ Bagendit maupun Inpari 38, Inpari 39 dan Inpari 41 itu memang (untuk sawah) tadah hujan,” ujar Erwandi.

Menurut Erwandi, meskipun sejauh ini belum mendapatkan laporan gagal panen di Aceh Utara, tetapi Distan sudah memperoleh informasi terjadinya penurunan produktivitas akibat kekurangan air dalam beberapa bulan ini. []