Sebagai kota pesisir, Banda Aceh memiliki hasil laut yang melebihi kebutuhan masyarakat setempat, terutama ikan tuna segarnya yang sudah diekspor ke beberapa negara. Banyaknya ikan tuna membuat orang yang memiliki ide bisnis mengolah hasil laut tersebut ke dalam bentuk kemasan.
Di antaranya, seperti yang dilakukan oleh owner abon ikan tuna segar, T. Jamaluddin. Ia mengatakan, peluang usaha abon ikan tuna di Banda Aceh cukup menjanjikan karena bahan baku banyak tersedia.
“Potensi hasil laut Aceh saat ini banyak, khususnya ikan tuna. Namun, karena dipasarkan dalam bentuk ikan mentah, maka hasilnya kurang maksimal. Karena itulah saya berinovasi dengan mengolah ikan tuna segar menjadi abon yang siap saji. Alhamdulillah abon tuna segar produksi rumahan dapur MT yang berpotensi menjadi usaha kuliner yang diminati di masa mendatang,” kata Jamaluddin di Banda Aceh, Ahad, 5 April 2020.
Menurutnya, abon tuna segar dapat dijadikan sebagai oleh-oleh keluar Aceh untuk pariwisata mancanegara maupun domestik.
“Tahun lalu, kami berjumpa dengan Datuk Mansor Usman dan Azhar yang merupakan pengusaha Malaysia sekaligus Presiden Aceh Comunity Malaysia, saat itu mereka ada agenda di Banda Aceh. Menurut beliau, abon ikan tuna segar dapat dipasarkan ke Malaysia, asalkan mutu dan sistem kemasan yang terjamin,” katanya.
Jamaluddin mengatakan, abon ikan tuna segar produksi dapur MT, Lamlumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar kini sudah dipasarkan ke Medan, Padang, Batam, Pekan Baru, Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.
“Peningkatan kualitas dan mutu ikan abon tuna segar menjadi prioritas utama kami. Hal tersebut terus kami kembangkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Oleh karena itu diperlukan binaan dari pihak UMKM dalam upaya meningkatkan mutu dan kemasan yang menenuhi standar Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan makanan (LPOM),” kata Jamaluddin.[] Rilis



