BANDA ACEH – Memperingati Haul Abu Lueng Ie Ke-25 yang bersamaan dengan perayaan maulid Nabi Besar Muhammad Saw dihadiri dari berbagai lapisan masyarakat, alumni dan para tokoh ulama dan masyarakat baik dari seputaran kota Banda Aceh maupun luar daerah.
Pantuan di lapangan, peringatan haul juga diadakan doa bersama, shalawatan dan tawajuh serta tausyiah oleh ulama kharismatik Drs. Tgk H Muhammad Ismy Lc. MA, atau yang akrab dikenal dengan sebutan Abu Madinah.
Dalam tausyiahnya Abu Madinah menjelaskan hikmah dan urgensi bershalawat dalam kehidupan ini.
“Bershalawat ini harus di budidayakan menjadi bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan dan di laksanakan dalam setiap waktu dan kesempatan,” ujar Abu Madinah di hadapan jamaah zikir dan shlawat di Mushalla Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, Sabtu, 28 Januari 2017.
Abu menceritakan seseorang yang telah di seret ke pintu neraka, tiba-tiba baginda nabi Muhammad Saw mengetahui dan mendekati umat beliau. Nabi menyuruh kepada Malaikat untuk menyetop si hamba itu untuk di masukkan dalam neraka,” Terjadilah “perdebatan” singkat antara Malaikat dengan Nabi Muhammad Saw” pinta Abu Madinah pimpinan dua dayah di Ulee Kareng dan Cot Keueueng itu.
Singkat cerita Nabi menyuruh untuk menimbamg kembali amalan hamba Allah yang telah diseret itu mungkin ada yang salah
Rasulullah bersabda, ” Malaikat terpaksa menimbang amalan si hamba itu dan masih seperti semula lebih banyak amalan keburukan dari kebaikan.”
Pimpinan dayah lulusan Timur Tengah itu mengatakan, ketika kenyataan demikian, Rasulullah melakukan sesuatu.
“Ketika amalan keburukan masih banyak, Rasulullah meletakkan secercik kertas dalam timbangan tersebut, sehingga berubahlah lebih banyak amalan kebaikan dan si hamba itu masuk surga,” sambung Abu Madinah.
Sang hamba bertanya kepada Rasulullah, si hamba tidak tahu bahwa itu nabi Muhammad Saw dan sangat terkejut melihat sosok yang sangat agugg itu.
“Hamba itu bertanya kepada nabi, “apa yang engkau letakkan dalam timbangan tadi? Rasulullah menjawab, “Itulah pahala engkau bershalawat kepadaku ketika di dunia,” papar Abu Madinah.
Abu berharap, shalawat itu dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari dengan menshalawatkan masyarakat dan memasyarakatkan shalawat. Sangat besar hikmah dan pahala bersalawa maka di usahakan untuk giat bershalawat di setiap waktu dan kesempatan.[]
Penulis: Helmi Abu Bakar El-Langkawi




![[PUISI] Adam dan Bumi](https://portalsatu.com/wp-content/uploads/2023/02/Thayeb-Loh-Angen-By-Teuku-Abdul-Malik-desain-to-Isltanbul-style-with-Artista.jpg)
