Milad paling kolosal itu melibatkan hampir semua pasukan inti GAM, termasuk para wanita yang telah dibekali latihan militer. Mereka tergabung dalam laskar inong balee. Wartawan dari berbagai media, baik nasional maupun internasional diundang. Jumlah jurnalis yang meliput mencapai 80 orang.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Panglima GAM Tgk Abdullah Syafiie berjalan lancar dan khidmad. Padahal sepekan sebelumnya beredar kabar akan pecah perang frontal karena TNI akan menggagalkan upacara tersebut. Selain itu juga beredar kabar akan adanya serangan GAM ke berbagai instansi militer. Masyarakat di sekitar lokasi upacara menaikkan bendera bulan bintang.

Upacara Milad GAM ke-23 itu dimulai pukul 08.00 WIB dan baru selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Peserta upacara terdiri dari 70 orang pasukan intelijen GAM, 102 orang peulisi (polisi) GAM, 275 orang pasukan biasa, 80 pasukan elite GAM (karades), dan 135 orang pasukan inong balee (pasukan perempuan).

Semua mereka mengenakan seragam militer dan senjata lengkap. Ribuan masyarakat sekitar juga menghadirinya. Sementara ribuan personel GAM lainnya mengamanan lokasi upacara dari segala penjuru hingga radius lima kilometer. Tak ada insiden pada upacara tersebut.[**]