Para pemimpin dan tokoh perjuangan Aceh tampil secara bergantian menyampaikan pidato perjuangan di mimbar. Keagungan dan kepahlawanan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam dijadikan contoh untuk mempertebal semangat perjuangan kaum muslimin di Aceh.
Residen Aceh TT Muhammad Daodsyah dalam sambutannya mengatakan ketabahan dan kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan panji-panji Islam walau penuh resiko, harus dicontohkan oleh rakyat Aceh dalam menghadapi setiap bentuk penjajahan.
“Kita sekarang sedang berada di tengah-tengah perjuangan besar untuk membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan, yang di masa lampau telah mengisap kekayaan bumi tanah air kita untuk dibawa ke negerinya. Belanda sedang berusaha kembali ke tanah air kita untuk mengeruk lagi kekayaan yang ada di sini dan untuk menjadikan kita manusia yang mati kelaparan di tanah airnya sendiri yang kaya-raya,” tegasnya.
Residen Aceh juga menyerukan supaya segenap lapisan masyarakat Aceh tidak berhenti berjuang sebelum kemenangan yang hakiki diperoleh, dengan tekat “Sekali Merdeka Tetap Merdeka.”
Kemudian tampil juga Ali Hasjmy salah salah seorang pembicara, ia meminta spirit yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW bisa dijadikan pedoman dan contoh teladan yang bisa memperteguh semangat rakyat Aceh dalam berjuang melawan penjajahan, ancaman dan berbagai kesulitan.[**]


