TAPAKTUAN – Tokoh olah raga yang juga pelatih senior cabang atletik Kabupaten Aceh Selatan, Bestari Raden, mengkritisi kinerja pemkab setempat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilai belum melakukan persiapan apa pun sampai saat ini menghadapi even-even olah raga besar tingkat provinsi seperti Popda, Pra Pora dan O2SN.

“Saya melihat sampai saat ini belum ada persiapan apa pun telah dilakukan Pemkab Aceh Selatan menghadapi bakal bergulirnya even-even olahraga besar tingkat provinsi, seperti Pra-Pora dan O2SN yang akan bergulir pertengahan tahun 2017 ini serta Popda pada tahun 2018 mendatang. Sementara daerah – daerah lain terlihat sudah sejak jauh-jauh hari melakukan persiapan untuk mewujudkan target raihan prestasi yang memuaskan,” kata Bestari Raden kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis, 9 Maret 2017.

Menurut dia, bukti ketidaksiapan Pemkab Aceh Selatan tersebut terlihat jelas dengan belum adanya kegiatan perekrutan calon atlet dari seluruh cabang olahraga serta pembenahan lapangan-lapangan olahraga. Sementara jika dibandingkan dengan daerah lain dalam Provindi Aceh, sudah jauh melaju kencang karena untuk sekarang ini sudah masuk tahap pemusatan latihan secara terfokus.

Namun Kabupaten Aceh Selatan, lanjut Bestari, jangankan diharapkan sudah selesai perekrutan calon atlet, tingkat ketersediaan lapangan olahraga saja masih minim. Padahal sebelumnya sudah ada lapangan atletik di Lapangan Naga Tapaktuan, tapi pasca pembenahan lapangan sepakbola tersebut juga turut menghancurkan lapangan atletik. Demikian juga lapangan sepakbola Padang Simantok Meukek, pasca dilakukan pembenahan justru tambah rusak. Sayangnya kata dia, kerusakan-kerusakan lapangan tersebut sampai sekarang ini belum terlihat akan diperbaiki oleh pihak terkait.

“Belum diperbaikinya kerusakan lapangan atletik di Lapangan Naga Tapaktuan memang sangat ironis. Sebab cabang atletik selama ini sudah terbukti selalu memberikan kontribusi raihan medali yang memuaskan bagi daerah. Tapi itupun tidak menjadi perhatian skala prioritas Pemkab Aceh Selatan, kan sangat aneh dan terkesan bodoh,” beber Bestari Raden.[]