BANDA ACEH — Tokoh muda Aceh yang kini menjadi akademisi di Jakarta, Iswadi, mengatakan 10 tahun lebih perdamaian di Aceh belum memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat Aceh, khususnya di sektor perekonomian.
“Terkesan yang menikmati perdamaian hanya segelintir orang saja, mereka yang berkuasa melupakan pentingnya keutuhan persatuan serta menjaga dan memelihara demokrasi sebagai bentuk rasa hormat dan menghargai atas hasil dan nilai-nilai perjuangan dari perdamaian Aceh. Apalagi hanya untuk kepentingan kekuasaan sementara,” kata Iswadi melalui siaran pers, Minggu, 3 Juli 2016.
Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah ini mengatakan, pilkada bukanlah sekadar ditujukan hanya untuk mendukung kondusifnya iklim politik jangka pendek, yaitu melihat pilkada berjalan dengan aman.
Namun kata Iswadi, pasca pilkada juga perlu dibangun upaya-upaya guna “memagari” bupati/wali kota terpilih dengan pagar hukum. Sehingga arah pembangunan sesuai dengan koridor hukum positif dan tujuan moral sosial.
“Kandidat yang akan terpilih mampu membangun hubungan dengan konstituen dalam jangka panjang melalui jaringan berskala translokal. Sehingga memungkinkan apabila sukses (memimpin dengan baik, dan mengelola administrasi dengan benar), akan mempermudah membangun political market.”
Oleh karena itu, putra asal Pidie ini berharap para kontestan dalam pilkada mendatang dapat memberikan pendidikan politik yang bijak kepada semua masyarakat Aceh dan saling menghargai satu sama lainnya. Mereka juga diminta menunjukkan sikap sebagai putra daerah yang memiliki kesungguhan membangun Aceh demi kesejahteraan masyarakat dan kewibawaan Bumi Serambi Mekkah. “Bukan sekadar ingin berkuasa, sehingga kualitas kandidat menjadi faktor utama, dan pentingnya ketokohan yang panutan.”
“Semoga pilkada yang akan berlangsung serentak pada Februari 2017, semua kandidat akan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat, agar masyarakat lebih memiliki kedewasaan berpolitik serta tata krama politik yang lebih sesuai dengan karakter bangsa dan masyarakat kita yang santun dan budaya Islami,” ujarnya.[](ihn)



