SUBULUSSALAM Masjid Musafir merupakan bangunan tua yang dibangun semasa almarhum Bupati Aceh Singkil Makmur Syahputra di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Subulussam. Kini kondisinya mulai terlihat kumuh akibat tidak terurus sejak enam tahun terakhir.
Amatan portalsatu.com, halaman masjid dipenuhi rumput yang terus menjalar mengarah ke bagian dalam rumah ibadah tersebut. Konstruksi bangunan seperti dinding mulai retak, plafonnya runtuhnya dan jendela kaca pecah berantakan. Sarana MKC juga tidak bisa difungsikan lagi setelah sekian lama tidak dirawat.
Di dekat bangunan masjid ini juga terdapat sumur yang airnya sangat jernih, namun tidak bisa dimanfaatkan lagi karena mesin pompa airnya sudah rusak. Akibatnya warga yang singgah di sana tidak bisa melaksanakan ibadah salat.
Arifin Berutu salah seorang warga yang tinggal di lokasi tersebut kepada wartawan, Minggu, 3 Juli 2016 mengatakan letak Masjid Musafir sangat strategis karena berada di perbatasan Singkil dan Subulussalam.
Posisi masjid berada di atas bukit kecil dengan ketinggian sekitar lima meter dari badan jalan nasional Subulussalam-Singkil. Lokasi masjid sangat nyaman terasa sejuk karena dikelilingi pepohonan yang menjulang tinggi. Letaknya yang tinggi membuat jamaah merasakan suasana angin terasa kencang sehingga menghilangkan rasa gerah dan panas.
Nyaman sekali salat di sana, sejuk karena suasana angin dan banyak pohon kayu sehingga tidak panas, dulu banyak warga singgah istirahat dan salat. Namun sayangnya sekarang tidak ada lagi, katanya.
Arifin bersama warga di sana berharap masjid tersebut bisa segara difungsikan kembali, dengan memperbaiki MKC serta mengganti mesin pompa air yang sudah tidak ada lagi. Pasalnya rumah ibadah itu merupakan satu-satunya berada di wilayah perbatasan sehingga sangat dibutuhkan oleh warga dan para pengedara yang melintasi daerah tersebut.[](ihn)
Laporan Dirman Bakongan



