BLANGKEJEREN – Nek Ipah, warga Desa Penampaan Uken, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, butuh perhatian serius dari masyarakat dan Pemerintah Daerah. Wanita renta itu mengalami sakit pinggang dan hanya bisa terbaring lemas di dekat tempat tidurnya.
Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustaman, Senin, 10 Mei 2021, saat menjenguk Nek Ipah mengatakan, Nek Ipah tidak memungkinkan lagi hidup sendiri di rumah kecil jalan Porang-Kutebukit tersebut. Selain kondisinya sakit, Nek Ipah juga sangat tua.
“Kami dengar informasi bahwa Nek Ipah tidak memiliki anak, dan hanya hidup sendiri di rumah ini. Kondisinya pun sakit dan sangat membutuhkan perhatian serius, pokoknya sangat terharu kita melihatnya,” kata Kapolres.
Di tengah orang bergelimpangan harta, Nek Ipah hanya terbaring sendiri di dalam rumah tanpa ada teman yang memasak nasi maupun mengurusnya. Kondisi hidupnya benar-benar membutuhkan bantuan semua pihak supaya dalam sisa hidupnnya bisa menjalankan ibadah.
“Nek Ipah lahir pada tahun 1954, hidup sebatang kara, tidak ada anak, dan tidak ada saudara yang hidup bersamanya. Bayangkan saja di usia seperti itu masih memasak menggunakan kayu bakar, tidak memiliki tikar, dan selalu tidur sendiri,” jelas Kapolres sembari menyapu air matanya.
Kedatangan Kapolres ke rumah Nek Ipah setelah mendapat kabar dari komunitas Motor di Gayo Lues yang mengantarkan bantuan ke rumah Nek Ipah. Kapolres merasa terpanggil untuk menjenguk, membantu dan mengetahui seluk beluk Nek Ipah hingga hidup sendiri.
“Saya membawa dokter Polres Gayo Lues untuk melihat kondisi Nek Ipah sembari membawa beberapa jenis bantuan untuk keperluan Nek Ipah sehari-hari, dan saya akan terus memantau kondisi Nek Ipah,” jelasnya.
Kapolres Gayo Lues juga mengajak warga agar bersama-sama membantu meringankan beban Nek Ipah dengan cara membeli sesuatu dan langsung memberikan kepada wanita itu. Bisa juga dengan mengecek terlebih dahulu kondisi Nek Ipah dan baru memberikan sesuatu yang diperlukannya.[]




