LHOKSEUMAWE –  Komisi E DPRK Aceh Utara sepakat menolak penutupan Akademi Kesehatan (Akkes) oleh pemerintah kabupaten setempat. Dewan akan berusaha mencari solusi agar kampus tersebut tetap menjadi perguruan tinggi kesehatan, termasuk berjuang ke Jakarta dengan bertemu pihak Kementerian Dalam Negeri dan instansi terkait lainnya.

Hal itu diungkap H. Ismed Nur Aj. Hasan, S.Sos., anggota Komisi E bidang Keistimewaan Aceh, Pendidikan, Syariat Islam dan Kesejahteraan Rakyat, dalam pertemuan dengan mahasiswa, dosen dan pemimpin Akkes di kampus tersebut, Senin, 17 April 2017.

“Kita akan bersama-sama mencari solusi. Bila perlu kami akan ke Jakarta untuk bertemu dengan para pihak. Walaupun kami tidak memiliki fungsi eksekutor kebijakan daerah, tapi kami akan berusaha meminta pemangku kebijakan di pusat agar Akkes (milik Pemkab Aceh Utara) tidak ditutup,” ujar Ismed.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi E DPRK Aceh Utara Tgk. Junaidi alias Tgk. Juned. Namun, ia meminta pihak manajemen dan para dosen Akkes tetap komitmen memperjuangkan keberlanjutan kampus itu ke depan. Kata dia, jangan sampai terpengaruh ajakan pihak-pihak tertentu yang bisa merusak tujuan dari kesepakatan yang telah diaminkan bersama tersebut.

“Kami datang ke sini tidak ada kepentingan apapun, apalagi kepentingan politik, walau dewan merupakan lembaga politis. Hari ini kami tinggalkan semua atribut partai untuk memperjuangkan Akkes agar tetap menjadi lembaga pendidikan kesehatan. Setelah ini saya dan teman-teman di Komisi (E) akan bertemu dengan pihak Unimal,” kata Tgk. Juned.

Usai melakukan pertemuan itu, anggota dewan yang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi E Riyanti, Sekretaris Komisi E Supianuddin dan anggota Komisi E M. Sani Ishak, kembali disambut ratusan mahasiswa di depan aula saat keluar dari kampus.

Sementara itu, Direktur Akkes Aceh Utara Riza Musni kepada portalsatu.com menjelaskan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah asosiasi pendidikan kesehatan perwakilan Aceh dan pusat. Ia berharap pihak asosiasi  bisa menyampaikan harapan masyarakat Aceh Utara ke pemangku kebijakan di pusat agar kampus tidak ditutup.

“Langkah lainnya kita tetap meminta pihak Pemkab untuk memilih opsi lain, yaitu bergabung dengan Unimal atau di bawah Kemenristek Dikti. Harapan kita ke depan, Akkes tidak hanya sebetas D3 saja, tapi bisa masuk jenjang S1, S2 bahkan S3. Bila Akkes ditutup, artinya semua harapan kita itu sirna, ini sungguh disayangkan,” ujar Riza.[]