IDI RAYEK- Setelah diguyur hujan kondisi Dayah Darussa’adah di Gampong Julok Cut, Kecamatan Julok memprihatinkan. Lokasi komplek dayah tersebut dihimpit oleh dua sungai, yakni sungai Julok Cut dan Sungai Arakundo.

Pantauan portalsatu.com/ akibat luapan kedua sisi sungai itu, dayah Darussa’dah terbenang air mencapai 1 meter lebih. Sejumlah santri dan santriwati mulai memilih tempat ketingian untuk berteduh. Begitu juga dengan akitivitas pengajian yang saat ini dikabarkan sudah tidak aktif.

“Kemarin air sempat mengenangi semua komplek dayah, seluruh bahan pokok kami seperti beras basah semua tidak bisa digunakan lagi, begitu juga tempat tidur kami dan peralatan lainnya juga ikut terendam, seperti kitab- kitab pengajian kami turut semua basah. Sementara untuk saat ini kami tidak bisa berbuat apa- apa, hanya menyelamatkan sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan,” ujar Teungku Muhammad, Sekretaris Dayah Darussa’adah saat ditemui portalsatu.com/ di lokasi, Rabu, 10 Februari 2016.

Tengku Muhammad menyebutkan jumlah santri yang menetap didayahnya itu berjumlah 45 orang sedangkan jumlah santri keseluruhannya mencapai 109 orang.  Dia mengakui saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik untuk bekal bertahan hidup.

“Ada sebahagian sudah pulang dijemput oleh orang tuanya, ada sebahagian lagi masih tinggal karena tempat tinggal kita jauh, bahkan orang tua kami di kampung ada juga sedang menyelematkan dirinya dalam banjir. Kami sangat berharap pihak berwewenang memantau kondisi kami,” katanya.

 

Terkait musibah itu pihak pengurus Dayah Darussa’adah mengakui sudah melaporkan kepada pihak kecamatan, namun sampai saat ini belum ada sentuhan bantuan berupa logistik yang diterimanya.

“Kami sudah melapor, memang hari Minggu kemarin, dari tim sar sudah membantu mengevakuasi kami, tapi untuk bantuan berupa logistik belum ada, untuk makan kami semetara hanya sehari sekali saja, itu pun kita dapatkan dari hasil swadaya masyarakat, karena kita yang tinggal disini juga tidak tahu mau mengadu sama siapa, karena di sini kita meudagang (mondok),” katanya.

Saat ini pihak dayah  sangat berharap mendapatkan bantuan baik moril dan materil dari pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Teungku Muhammad mengatakan, santri yang masih bertahan di komplek dayah bakal mengungsi ke lokasi lain untuk mencari titik aman dari dampak banjir.

“Kita sangat berharap itu, ini air semakin naik lagi, kemungkinan semua akan pindah agar tidak terjebak banjir nanti. Jika kedua sungai itu meluap ini lokasi kita pasti tenggelam parah,” ucap Teungku Muhammad.

Sementara itu secara terpisah Camat kecamatan Julok Zainuddin, saat dikonfirmasi via telepon selulernya, mengakui pihaknya telah melaporkan kepada Kabupaten terkait  logistik yang bakal disalurkan untuk Dayah Darussa’adah.

“Ya, permasalahan itu sudah kita data dan telah kita laporkan kepada BPBD Aceh Timur, dan itu sudah diperioritaskan. Kita juga saat ini sedang berupaya membantu kelokasi yang titik parah, yang intinya kita semua mendata itu,” ujar Zainuddin.[](tyb)