Alangkah Murahnya Bayaran Ini Dibanding Darah
Oleh: Thayeb Loh Angen
Penyair dari Sumatra
Rumbai-rumbai budaya di ujung senja
di antara peristiwa yang disembunyikan di balik semboyan
yang disamun teman baru
seakan itulah maksud pengucapnya, indatu
teman baru itu telah menyamarkan dirinya seakan bagian dari sejarah kita
sebagai teman baru, mereka bagian dari kita
tetapi budaya dan sejarah adalah hak mutlak kita
tidak akan kita bagikan dengan mereka
sebuah budaya berkembang, berubah, senda-menyenda
membangun dirinya menjadi bentuk baru, metamorfosa
namun, sebuah penyamunan yang terjadi di kala kekalahan dan pembauran
membuat keturunan baru menganggap musuh sebagai bagian dari dirinya
budaya di ujung senja yang tejepit di lipatan nahkah sejarah
diabaikan sebab terbuai fatamorgana yang terbentang di jalan
alangkah murahnya bayaran ini dibanding darah
yang telah ditumpahkan dalam perang kemarin
alangkah cepatnya kita tidak lagi mengingat tujuan
yang telah disepakati dengan teman baru itu
saat perang kita hentikan
rumbai-rumbai budaya di ujung senja
senja akan menjadi malam
malam akan digantikan pagi.
Banda Aceh, Rabu, 15 Syawal 1445 H/24 April 2024.
Thayeb Loh Angen.




