BerandaNewsAlasan Bupati tak Izinkan Warga Konsumsi Anggur Asal China

Alasan Bupati tak Izinkan Warga Konsumsi Anggur Asal China

Populer

ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, Ramli, MS., menghimbau warga untuk sementara waktu tidak mengkonsumsi anggur asal China yang sejak dua bulan terakhir menjamur di Meulaboh. 

Ramli sangsi, anggur-anggur yang dihargai Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu perkilo oleh pedagang buah di Meulaboh itu, layak dikonsumsi atau tidak. Lazimnya, anggur sejenis dijual Rp 80 ribu perkilonya.

“Agak disangsi, kenapa anggur tersebut, semakin terkena terik, semakin segar. Saya sudah suruh kepala dinas kesehatan untuk uji laboratorium,” kata Ramli, kepada portalsatu.com, Kamis, 30 Agustus 2018, siang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, H.T. R. Ridwan, M.Kes., mengatakan, dirinya sudah mengintruksikan pihak Laboratorium Kesehatan Daerah Aceh (labkesda) Aceh Barat agar mengambil sampel anggur untuk diuji lab di provinsi. 

“Karena di provinsi pemeriksaan yang ada. Kita belum ada. Nanti saya cek kembali, sejauhmana sudah proses kirim,” ujar Ridwan, menjawab portalsatu.com.

Salah seorang pedagang buah, Mukhtar (23), mengaku tidak mengetahui adanya imbauan bupati tersebut. Namun, pegadang buah yang membuka usahanya di Jalan Manek Roo, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat ini mengakui, anggur yang banyak diburu pembeli karena harganya murah tersebut tidak mudah busuk, dan rasanya lebih asam dari anggur pada umumnya. 

“Kalau kena panas matahari biasanya anggur busuk. Ini tidak busuk. Selain itu, rasanya lebih asam. Kalau anggur lain, biasanya lebih manis,” kata Mukhtar, Kamis siang. 

Menurut Mukhtar, anggur-anggur tersebut dibeli dari salah satu produsen buah di Medan, Sumatera Utara. Dalam satu box  berisi 5-6 kilogram anggur, dibeli seharga Rp210 ribu. Pantauan portalsatu.com, pada box anggur yang dimaksud Mukhtar, tertempel label bertuliskan “Red Grape” dengan China di tengahnya. 

Masih menurut Mukhtar, anggur-anggur tersebut sudah beredar di Meulaboh sejak dua bulan ini. Baginya, anggur-anggur tersebut layak dikonsumsi, dengan syarat dicuci terlebih dahulu. 

“Harganya murah karena lebih asam. Tapi kalau yang manis, mahal juga harganya. Ada Rp80 ribu, sedangkan yang hitam Rp120 ribu. Dengar-dengar sih memang anggur ilegal. Saya ambilnya satu tempat sih, sama buah lainnya juga,” ujarnya.[] 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya