JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan dana otonomi khusus dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 senilai Rp21,43 triliun. Dana ini dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan atas otonomi khusus Aceh, Papua dan Papua Barat.

“Dana otsus pada 2020 yakni Rp21,43 triliun dengan pagu yang meningkat 2,1 persen dari APBN 2019,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK Kemenkeu), Astera Primanto, dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Jakarta, 11 September 2019.

Secara rinci, Prima menyebutkan, dana tersebut terdiri atas Rp8,37 triliun untuk Provinsi Aceh dan Rp 8,37 triliun untuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Selain itu, dana otsus tersebut juga terdiri atas dana tambahan infrastruktur (DTI) untuk Provinsi Papua dan Papua Barat Rp 4,68 triliun.

Adapun dana otsus Provinsi Aceh diarahkan penggunaannya terutama untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan serta pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan. Sedangkan dana otsus Provinsi Papua dan Papua Barat diarahkan terutama untuk mendanai pendidikan dan kesehatan.

Dia merinci, 70 persen dana otsus diberikan kepada Provinsi Papua yakni Rp5,86 trilun. Kemudian 30 persen untuk Provinsi Papua Barat yakni Rp2,51 triliun.

Sedangkan untuk pembagian DTI antara Provinsi Papua dan Papua Barat memerhatikan usulan daerah yang mempunyai prioritas tinggi. Dana DTI ini dibagi yakni 60,98 persen atau Rp2,85 triliun untuk Provinsi Papua dan 39,02 persen untuk Provinsi Papua Barat yakni Rp1,82 triliun.

Prima menyatakan, terdapat beberapa kebijakan baru dalam pengalokasian dana otsus di tahun 2020. Kebijakan baru yang pertama yakni memperbaiki fokus dan prioritas penggunaan terutama untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. 

Kedua, memperbaiki tata kelola otsus dan DTI dengan memperkuat peran APIP dalam mengawasi dan memberikan rekomendasi penyaluran. “Kedua kebijakan ini didukung dengan penguatan-penguatan di masing-masing daerah,” ucap Prima.

Reporter: Agatha Olivia Victoria.[] Sumberkatadata.co.id