BANDA ACEH – Ratusan alumni BRR NAD-Nias menggelar silaturahmi bertajuk “Temu Rindu dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H. Kegiatan ini dilaksanakan di Balee Al-Ihsan, Gampong Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Minggu, 18 Februari 2018.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa BRR NAD-Nias merupakan sebuah lembaga negara yang dibentuk secara khusus oleh Pemerintah Indonesia Pasca terjadinya Tragedi Gempa Bumi dan Tsunami tanggal 26 Desember 2004 atau 14 tahun yang silam. BRR NAD-Nias sendiri dibentuk sekitar Bulan April 2005 dan menyelesaikan mandat pekerjaannya pada bulan April 2009," ujar Ketua Panitia Temu Rindu dan Maulid Alumni BRR NAD-Nias, TM Zulfikar, melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com/, Minggu sore.

Mantan Manajer Sosial di BRR NAD-Nias ini mengatakan lembaga yang pernah menaungi mereka tersebut bekerja sekitar empat tahun di Aceh. Meskipun dengan waktu singkat tersebut, kata dia, banyak pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami yang berhasil dilaksanakan secara baik, bahkan mendapatkan dukungan dari berbagai donor dan dunia internasional.

Dia mengatakan pada saat terbentuknya lembaga Rehab-Rekons tersebut, berbagai individu dan pekerja, baik dari luar Aceh maupun dari Aceh, yang direkrut sebagai pegawai. Hingga saat ini, para pegawai yang direkrut dari berbagai kalangan tersebut masih intensif melakukan komunikasi dan koordinasi. Selain itu, kalangan profesional yang direkrut BRR NAD-Nias, berasal dari berbagai profesi dan institusi, seperti dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, akademisi, LSM, praktisi bahkan para pekerja profesional lainnya.

“Pertemuan awal para alumni sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu. Dan kegiatan silaturrahmi juga beberapa kali dilaksanakan,” kata TM Zulfikar.

Turut hadir dalam silaturahmi kali ini beberapa alumni BRR NAD-Nias seperti mantan Deputi BRR, Iskandar Djamal, Fuad Mardhatillah, dan Teuku Safir Iskandar Wijaya. Hadir juga mantan Direktur, Manajer dan Staf BRR lainnya seperti Tuwanku Mirza Keumala, Juanda Djamal, Saifullah Abdul Gani, Tgk. Akmal Abzal, Ihsanuddin MZ, Ali Juhairi, Tommy Mulya Hasan, Hemma, Fauzi Umar, Muslem Daud, dan berbagai kalangan lainnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh istri mantan Wakil Kepala BRR NAD-Nias Irwandi Yusuf, Darwati A. Gani.

“Kegiatan ini murni swadaya dari para alumni dan merupakan wadah pemersatu mantan pelaku Rehab-Rekons, yang pada umumnya merupakan para pemikir dan tokoh Aceh yang tentunya ide-ide, saran dan masukan untuk kemajuan pembangunan Aceh masih sangat diharapkan,” ujar TM Zulfikar. 

Sementara itu, Fuad Mardhatillah yang merupakan mantan Deputi Agama, Sosial, Budaya BRR NAD-Nias, mengharapkan silaturrahmi seperti ini terus dilakukan. Menurutnya silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya para pemikir dan pekerja Rehab-Rekons, tapi jauh lebih penting lagi adanya adanya sinergi dari seluruh alumni yang saat ini sudah menyebar di setiap institusi. “Sehingga cita-cita bersama untuk mensejahterakan masyarakat dapat segera terwujud,” katanya. 

Selain silaturahmi, alumni pekerja BRR NAD-Nias turut menyantuni puluhan anak yatim dalam kegiatan ini. Pertemuan ini juga berhasil memilih tujuh orang formatur yang akan menyusun kepengurusan Ikatan Alumni BRR NAD-Nias periode 2018-2023. Mereka adalah Dr. Teuku Safir Iskandar Wijaya, MA., Drs. Fuad Mardhatillah, MA., Dr. Hizir Sofyan, Ir. TM Zulfikar, MP., Ihsanuddin MZ, SE, MM., Ir. Ali Juhairi, dan Saifullah A. Gani, ST, M.Kes.

“Seluruh alumni yang berhadir berharap agar pertemuan-pertemuan lanjutan dapat dilaksanakan kembali dan diharapkan kelembagaan alumni BRR NAD-Nias secara legal dapat segera dibentuk,” kata TM Zulfikar.[]