BANDA ACEH – Aliansi Mahasiswa Peduli Kemiskinan Aceh (AMPKA) mengelar aksi demo di Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh, Kamis, 23 Januari 2020. AMPKA menuntut Pemerintah Aceh bersikap jujur menyikapi angka kemiskinan.
Koordinator aksi, Muhammad Asbar Kuba, mengatakan Pemerintah Aceh jangan melakukan pembodohan publik melalui publikasi rasio penurunan angka kemiskinan. “Pemerintah Aceh harus bersikap jujur, Aceh nomor satu termiskin di Sumatera,” kata dia.
Dia mendesak Pemerintah Aceh dan Wali Nanggroe menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat melalui program konkret guna mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.
“Pemerintah Aceh dan Wali Nannggroe Aceh untuk lebih mengutamakan program prorakyat yang menyentuh semua lapisan masyarakat, jangan hanya program-program seremonial saja, yang hilang tanpa bekas dan jejak,” ungkapnya.
Dia meminta Pemerintah Aceh dan Wali Nanggroe fokus untuk memajukan sektor ekonomi kreatif dan produktif, seperti pola pengembangan pertanian, dan swasembada pangan, minimal 10 titik panen raya di Aceh, karena mayoritas penduduk Aceh adalah petani dan pekebun.
“(Meminta) Wali Nanggroe untuk keluar dari kehidupan zona nyaman di Gedung Putih agar mengetahui dan merasakan bagaimana kemiskinan masyarakat di Aceh akibat konflik dan tsunami. Juga dapat melihat pertumbuhan ekonomi, dapat menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.[]
Penulis: Khairul Anwar



