BLANGKEJERAN — Bupati Gayo Lues, H Muhammad Amru menginginkan agar danau segi tiga Marpunge dikeluarkan dari zona inti Taman Nasional Gunung Leuser agar bisa dibangun infrastruktur untuk dikembangkan menjadi objek wisata andalan.
Hal itu dikatakan Amru saat melakukan silaturrahmi dengan tim ekspedisi ke danau Marpunge, Sabtu, 7 Maret 2020 di Blangkejeren. Katanya, keberhasilan tim pendaki sampai ke danau Marpunge baru-baru ini baru sebatas awal dari perjuangan.
“Keberhasilan kita yang sebenarnya baru terwujud ketika danau Marpunge yang berada dikawasan Inti Taman Nasional Gunung Leuser bisa diubah menjadi kawasan zona pemanfaatan, yang intinya masyarakat sejahtera hutan tetap lestari,” ujarnya.
Ekspedisi ke danau Marpunge kata Amru merupakan ekspedisi yang kedua setelah sebelumnya dilakukan ekspedisi menorobos hutan dari Pulo Tiga Aceh Tamiang menuju Lesten Kecamatan Pining.
“Carikan lagi objek wisata yang belum terjamah, kita akan terus mengali potensi wisata di Gayo Lues untuk kemakmuran masyarakat, dan saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim atas kekompakan dan kerjasamanya selama ini,” katanya di hadapan 70 peserta ekpedisi yang hadir.
Kepala BPBD Gayo Lues, Suhaidi selaku ketua panitia mengatakan, pertemuan yang dilakukan itu merupakan ajang silaturahmi dan pembubaran panitia ekpedisi segi tiga Marpunge, acara makan pagi bersama itu juga digelar setelah tim berhasil menerobos hutan ke danau Marpunge tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2020 kemarin.
Sementara Syafrudin saat menyampaikan pesan dan kesan dihadapan Bupati mengatakan, umur yang sudah tua bukan menjadi penghalang saat berjalan jauh menerobos hutan, tetapi kekurangnya olah raga membuat banyak orang ter engah-engah saat berjalan satu kilo meter menerobos hutan.
“Kalau kebanyakan tim ekpedisi hanya tiga hari dua malam dalam ekepedisi kemarin, kami menambah satu malam lagi supaya kenikmatan menjelajahi Danau Marpunge lebih afdal,” ujarnya. [**]



