LHOKSUKON – Bocah perempuan berjilbab biru muda itu, Elvida, terlihat duduk di atas spring bed ukuran 6 kaki yang ditutupi terpal. Di sampingnya, dua bocah lain larut dalam canda ria. Wajah gadis kecil berkulit hitam manis itu terlihat murung. Ia sedih tidak bisa ke sekolah.
Keluarga Elvida merupakan satu dari belasan warga Dusun Cot Raboe, Gampong Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara yang rumahnya rusak diterjang angin puting beliung, Sabtu, 25 November 2017 pukul 13.00 WIB.
“Weuh hate lon han jeut lon jak sikula. Baje, buku, tah ngen sipatu hana meuhoe. Ladom ka jime le angen, ladom ka bulut, kutoe (Sedih hati saya, tidak bisa pergi ke sekolah. Baju, buku, tas dan sepatu tidak tahu ke mana. Sebagian sudah dibawa angin, lainnya basah, kotor),” ujar Elvida, 12 tahun, ditemui portalsatu.com/, Senin, 27 November 2017, pagi.
Elvida mengatakan, rumahnya telah rata dengan tanah. Kini, ia bersama adik dan keluarganya tinggal di tenda darurat yang dibangun di depan rumah.
“Senin ukeue geupeugah le ibuk guru ka ujian. Nyoe hana jak sikula, tinggai pelajaran. Hana trep le ka UN (Senin depan kata Ibu guru sudah ujian. Ini tidak sekolah, tinggal pelajaran. Tidak lama lagi akan Ujian Nasional),” ucap Elvida, yang kini duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar (SD). Elvida merupakan anak dari Erwin dan Zaitun Zatia.
Kesedihan yang sama diutarakan Muhammad Taufik, 12 tahun, siswa kelas VI SD. “Senin ukeue ujian, tapi hana ngon jak sikula. Hana le buku, tah ngen baje pih hana. Adek lon, Putri Nazira, glah lhee SD pih hanjeut jak sikula (Senin depan ujian, tapi tidak bisa ke sekolah. Tidak ada lagi buku, tas dan baju pun tidak ada. Adik saya, Putri Nazira, kelas III SD pun tidak bisa ke sekolah),” kata Taufik.
Bocah lelaki itu merupakan anak dari Abdul Hamid dan Maimunah, salah satu korban rumah roboh akibat angin puting beliung.
Kedua bocah itu berharap ada bantuan peralatan sekolah, sehingga mereka bisa kembali ke sekolah. “Dak meujeut, jibie bajee sikula ngon buku, tah ngon sepatu lom (Andaikan bisa, dibantu seragam sekolah dan buku, tas dan sepatu juga),” pinta Elvida.[]



