MEULABOH – Angga Irwansyah yang mengaku menjadi korban penodongan pistol dan ancaman ditembak oleh oknum polisi Polres Aceh Barat, Senin, 13 Maret 2017 mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.

Mahasiswa FISIP UTU ini datang ke DPRK bersama dengan pemuda dan beberapa mahasiswa diterima langsung oleh ketua DPRK Ramli SE di ruang kerja ketua DPRK setempat.

Dalam pertemuan yang terbuka untuk media ini, Angga Irwansyah meminta bantuan atas kasus yang sedang ia hadapi untuk melawan oknum yang dianggap melanggar SOP penggunaan senjata api ini.

“Kita Sudah mengadukan terkait apa yang sedang saya alami, dan kita harapkan ada sikap tegas dari ketua DPRK Aceh Barat untuk menyuarakan aspirasi rakyatnya yang sedang di tindas,” jelas Angga saat ditemui usai pertemuan dengan ketua DPRK Aceh Barat, Senin, 13 Maret 2017.

Sementara itu Ketua DPRK Aceh Barat Ramli SE yang dikonfirmasi Portalsatu.com menjelaskan bahwasannya pihaknya menyarankan untuk berdialog terlebih dahulu dengan pimpinan Polres Aceh Barat terkait kasus ini.

“Ya kita sarankan dialog terlebih dahulu, apalagi Kapolres Aceh Barat orangnya gak neko neko, setiap masalah itu pasti ada jalan keuarnya,” katanya, Senin, 13 Maret 2017.

“Kalau juga nanti sudah diusahakan tidak ada titik temu kita akan bantu untuk turun tangan dalam kasus ini,” tutupnya.[]