Asus atau Xiaomi dieja dengan [a-sus] dan [siyao-mi] oleh para pemakai handphone di Indonesia. Sebenarnya, pengejaan yang benar dalam bahasa aslinya bukanlah seperti itu. Berikut ini adalah pengejaan yang benar untuk nama produsen tersebut seperti dikutip dari merdeka.com

1. Asus

Kita orang Indonesia dengan mudah mengucapkannya seperti biasa: A-Sus. Namun beberapa tahun lalu, perusahaan asal Taiwan tersebut mengungkapkan bahwa cara membaca Asus adalah 'Ei-seus.' Jadi mengucapkannya layaknya kita membaca Asus dalam bahasa Inggris.

2. Xiaomi

Nama Xiaomi tak seberapa sulit untuk kita ucapkan. Namun itu bukan pengucapan yang benar menurut perusahaan asal China tersebut. cara membaca yang benar adalah 'show-mi.' Kata 'show' persis seperti kita mengucapkan 'shower.' Jadi pada dasarnya kita tinggal menghilangkan huruf 'I' di Xiaomi.

3. Huawei

Jika kita membaca Huawei layaknya pengejaan ala Indonesia, ternyata itu salah. Cara membaca Huawei adalah 'wah-wei.' Cara membaca 'wei' layaknya kita berkata 'way' dalam bahasa Inggris.

4. Adobe

Ternyata banyak dari kita mengeja nama Adobe secara keliru. Kita sering mengejanya dengan 'Adobe' atau 'A-dob.' Padahal, yang benar adalah 'A-do-bi.'

5. Samsung

Kita benar-benar salah kaprah dalam mengeja nama merek terpopuler dalam dunia smartphone ini. Karena, cara mengeja Samsung adalah 'Sahm-song.' Untuk mengeja bagian 'Sahm,' harus ada huruf 'h' yang ketara di tengah kata tersebut. Sementara kata 'song' dieja layaknya kita mengucapkan 'song' dalam bahasa Inggris.

Beberapa media nasional mengungkapkan bahwa nama-nama itu haruslah dilafalkan seperti yang dijelaskan dimaksud oleh para produsen.

Anggapan seperti itu salah total. Dalam aturan bahasa kita, setiap kata yang diserap dari bahasa asing dan digunakan dalam bahasa Indonesia haruslah mengikuti pelafalan bahasa Indonesia.

Mempertahankan pengucapan aslinya sungguh tidak tepat karena sebagian bunyi dalam bahasa asli tidak ada dalam bahasa Indonesia. Atas dasar ini, cukup banyak kosakata bahasa asing disesuaikan pelafalannya dalam bahasa Indonesia dengan berpedoman pada aturan penulisan unsur serapan. Kata-kata seperti efektif, efisien, konstruksi, misalnya, hanyalah beberapa dari sekian banyak kata asing yang telah disesuaikan penulisannya dalam bahasa Indonesia.[]