Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaBerita Aceh UtaraPlt. Kalapas Lhoksukon...

Plt. Kalapas Lhoksukon Tegaskan kepada Petugas Jangan Ada yang Bermain di Lapas

LHOKSUKON – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon akan melakukan pembenahan untuk lebih meningkatkan pengawasan. Pasalnya, sebelumnya jajaran Polres Aceh Utara menemukan puluhan handphone dan bahan terlarang lainnya saat razia di Lapas setempat.

Plt. Kalapas Lhoksukon, Rusli, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 14 Juni 2023, mengatakan dirinya akan melaksanakan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), meskipun ada kebijakan di luar SOP tetap diperlukan. Namun, apapun pekerjaan yang akan dilaksanakan nanti harus sesuai SOP tersebut.

“Seperti kita lihat sebelumnya ada penemuan-penemuan barang terlarang, itu mungkin kesalahan dari petugas kami kelalaiannya. Insya Allah, ke depan saya akan berkoordinasi penuh baik dengan petugas di Lapas ataupun APH (Aparat Penegak Hukum) setempat untuk membantu serta membasmi handphone dan narkotika (di dalam Lapas),” kata Rusli.

Menurut Rusli, sebenarnya razia itu rutin dilaksanakan dalam satu pekan dua kali. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan kepada semua stakeholder maupun teman-teman media massa agar bersama-sama membantu apa yang bisa dilakukan demi kebaikan ke depan.

“Untuk pemeriksaan barang bawaan dari keluarga warga binaan atau tahanan itu pada saat diterima di Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2O) Lapas, maka merekalah yang bertanggung jawab sepenuhnya. Sekarang saya perintahkan kepada petugas kita setelah pemeriksaan di P2O, saat warga binaan (narapidana/tahanan) mengambil barang dari keluarganya maka harus diperiksa lagi di Pos Utama oleh Komandan Jaga. Kalaupun ini juga lolos masuk barang-barang terlarang, itu mohon maaf ada oknum saya yang bermain. Artinya, jika sudah saya laksanakan sesuai SOP, juga bisa lolos itu berarti ada oknum saya yang bermain,” ungkap Rusli.

Rusli menegaskan kepada petugas Lapas jangan main-main dengan hal itu. “Tekad saya satu. Kalau tidak bisa saya bina, akan saya ‘binasakan’. Kalau seandainya ada (petugas) terbukti bermain (di Lapas), saya segera mengusulkan pindah dan terserah pimpinan dipindahkan kemana. Yang jelas saya tidak main-main”.

“Saya sudah menggelar rapat dan mewanti-wanti kepada teman-teman (petugas Lapas) sekalian, bahwa jangan ada pengkhianat di antara kita. Saya tahu terus terang, pasti ada oknum yang bermain karena tidak mungkin begitu banyak lolos barang terlarang ke dalam. Sedangkan di P2O saya melihat sangat ketat pemeriksaannya, sekali lagi saya katakan kepada petugas jaga agar jangan bermain-main dengan aturan. Handphone dan narkoba utamakan membasmikan segera,” ujar Rusli.[]

Baca juga: