LHOKSUKON – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB bekerja sama dengan Kodam Iskandar Muda (IM) melakukan perbaikan jalan mulai dari Cluster I hingga Cluster IV di Aceh Utara. Pengerjaan pengaspalan hotmix sepanjang 10 kilometer tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan dengan anggaran mencapai Rp19 miliar lebih.
Perbaikan jalan itu meliputi empat kecamatan, yaitu Cluster I di Kecamatan Syamtalira Aron, Cluster II di Kecamatan Nibong, Cluster III di Kecamatan Tanah Luas, dan Cluster IV di Kecamatan Matangkuli.
“Ini merupakan bentuk karya bakti TNI Kodam Iskandar Muda yang bersinergi dengan PHE dalam rangka perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer. Jalan ini cukup strategis buat operasional kita dan masyarakat sekitar. Daerah ini cukup padat, sehingga perhatian terhadap infrastruktur juga kita utamakan,” ujar General Manager PT PHE NSB-NSO, Akhmad Miftah, ditemui portalsatu.com/ usai peresmian dimulainya pengerjaan jalan tersebut di Kantor PHE, Point A, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Rabu, 27 Maret 2019.
Nantinya, kata Miftah, seiring dengan pengerjaan jalan tersebut pihaknya juga akan melakukan serangkaian kegiatan sosial lainnya. Di antaranya, sunatan massal, pengecatan musala dan perbaikan fasilitas wudu yang dilakukan menjelang Ramadan.
“Perbaikan jalan existing ini berupa pengaspalan hotmix dengan lebar antara 6 hingga 8 meter, tergantung situasi dan kondisi di masing-masing lokasi. Pengerjaan dilakukan oleh TNI, sementara pengadaan barang sepertinya bekerja sama dengan pihak lokal. Kita tidak berdiri sendiri, namun melibatkan masyarakat juga. Secara resmi ini hari pertama pengerjaan dengan jangka waktu sekitar tiga bulan, anggarannya Rp19 miliar lebih,” ungkap Miftah.
Terkait pengerjaan jalan yang dilakukan tanpa tender, Miftah menjelaskan, banyak hal yang dipertimbangkan, termasuk masalah waktu dan prosesnya lebih cepat. Di sisi lain, proses pengerjaan jalan yang dilakukan oleh anggota TNI dinilai lebih aman. “Dalam arti, Insya Allah tidak ada gangguan-gangguan dari pihak manapun. Bagaimana pun (TNI) ini kan alat pemerintah juga,” ucapnya.
Penandatanganan kerja sama antara Pangdam IM dan PHE telah dilakukan pada 15 Maret 2019 lalu. Selain bertujuan merekatkan hubungan sesama instansi, menurut Miftah, hal itu sekaligus menjajaki pekerjaan yang bisa dilakukan antarinstansi.
“Untuk langkah awal adalah perbaikan jalan Cluster I hingga Cluster IV. Barangkali nanti mungkin adalagi, namun ini permulaan awal yang bagus.Saya berharap ini tidak berhenti di sini, tapi juga disesuaikan dengan keuangan yang kita punya. Karena bagaimana pun dengan produksi saat ini 150 mmscfd, untuk mengelola lapangan yang sudah tua dengan kurang lebih semua tenaga kerja, baik tenaga tetap, kontrak maupun pihak ketiga yang mendukung sekitar 547 jiwa, cukup ada tantangan tersendiri,” kata Miftah.
Miftah meminta dukungan semua pihak agar pengerjaan jalan berjalan lancar dan selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan. “Kami harap apa yang dibangun nantinya menjadi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dari segi jalan dapat memperlancar transportasi, hingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Peresmian tersebut dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav. Fadjar Wahyudi Broto, Asisten III Setda Aceh Utara Dr. Murthala mewakili bupati, Kabag Ops AKP Iswahyudi mewakili Kapolres Aceh Utara, unsur Forkopimda, Muspika empat kecamatan dan sejumlah undangan lainnya.[]




