BLANGKEJEREN – Anggota DPR RI dari Komisi V Fraksi PKB H. Irmawan, S.Sos bersama Dirjen Bina Marga/BPJN, Dirjen SDA/BWS-S1, dan UPBU Rembele reses ke Kabupaten Gayo Lues, Jum’at malam, 10 Oktober 2025.

Dalam kesempatan itu, Empat desa juga ketiban rezeki karena langsung menerima aspirasi anggota Dewan asal Kabupaten Gayo Lues tersebut.

Empat desa yang menerima anggaran aspirasi anggota DPR RI itu adalah desa Raklintang untuk pembangunan sanitasi masyarakat Rp 400 Juta, desa Pangur menerima dana aspirasi Rp 500 juta untuk peningkatan jalan pedesaan, desa Rema baru mendapat anggaran Rp 195 Juta untuk bantuan Irigasi pertanian, dan desa Rerebe menerima dana Rp 500 Juta untuk bantuan air bersih.

Wakil Bupati Gayo Lues H. Maliki didampinggi pejabat daerah, para tokoh dan anggota DPRK setempat saat menyambut reses anggota DPR RI itu di Ofroom Sekdakab Gayo Lues, mengatakan kehadiran anggota DPR RI dan Kepala Balai harus melihat secara langsung kondisi wilayah Gayo Lues.

“Besar harapan kami dengan kunjungan bapak-bapak dan ibuk-ibuk dapat menyerap aspirasi masyarakat melalui program nasional,” katanya.

H. Maliki berharap dukungan penuh dari Balai dan Kementemrian untuk Kabupaten Gayo Lues, karena posisi sekarang, Kabupaten Gayo Lues merupakan daerah termiskin di Aceh dan tidak sanggup membangun sepenuhnya jika hanya mengandalkan anggaran APBD.

Anggota DPR RI dari Komisi V Fraksi PKB H. Irmawan, S.Sos didampinggi Dirjen Bina Marga/BPJN, Dirjen SDA/BWS-S1, dan UPBU Rembele, mengatakan dirinya sengaja membawa mitra dari Kementrian untuk berdiskusi terkait bagaimana memaksimalkan pembangunan di Gayo Lues.

“Akhir-akhir ini ada efesiensi anggaran sehingga dana transfer pusat berkurang ke daerah, namun anggaran itu dibesarkan di Kementrian. Jadi kami tidak mau kehilangan program daerah hanya karena efesiensi anggaran ini, jadi kami berharap kepada Dirjen mitra kami harus ada program di Gayo Lues. Sehingga tidak menjadi masalah dengan terjadinya efesiensi anggaran ini,” ujarnya.

Meski begitu kata H. Irmawan, Pemda Gayo Lues harus sama-sama bekerja menyiapkan desain, dan menguplod ke aplikasi yang disiapkan. Jika tidak, maka tidak bisa dimasukan ke program dana APBN.

“Seperti pembangunan tebing sungai Agusen dan desa Pasir, jika kita melihat secara langsung, yang paling membutuhkan adalah Desa Pasir dan Rerebe, tetapi karena Sungai Agusen sudah ada desainya, dan desa Rerebe belum ada, maka Pemerintah Pusat hanya bisa melakukan pembangunan Tebing penahan banjir di desa Agusen,” katanya.

Untuk itu, H. Irmawan meminta Pemda Gayo Lues menyiapkam desain dan menguplod ke aplikasi Pemerintah Pusat agar bisa dibagun tahun depan.

Anggota DPR RI asal Gayo Lues itu juga meminta kepada Kepala Balai yang hadir agar membangun Masjid Raya Blangkekejeren, membangun Museum Tari Saman, menambah jadwal penerbangan dari Dua kali menjadi Tiga kali Seminggu, dan beberapa pembangunan lainya yang mendesak.[]