BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Sulaiman SE mengkritisi kebijakan refocusing dana dayah untuk penanganan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, Dinas Pendidikan Dayah merupakan bentuk kekhususan Aceh.
“Pengalihan dana dayah telah menimbulkan polemik, seharusnya Pemerintah Aceh bisa menggunakan dana proyek multiyear, itu cukup untuk kebutuhan dana penangan Covid-19 di Aceh,” jelas politisi asal Aceh Besar ini, Minggu, 10 Mei 2020.
Sulaiman menambahkan, pengalihan anggaran pembangunan tahun jamak itu bakal cukup untuk penanganan Covid-19 di Aceh. Begitupun dengan proyek tahun jamak dinilai sangat tertutup dan terksen dipaksakan. “Berdasarkan informasi yang kita peroleh anggaran proyek multiyers mencapai 2,7 triliun,” ujar Anggota Komisi II DPRA ini.
Selain itu, kata Sulaiman, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh sering menuai polemik di kalangan masyarakat, sebut saja masalah karung beras (gody bag) beberapa waktu yang lalu, warna biru pada kemasan dan logo pancacita paket bantuan yang dibagikan oleh Pemerintah Aceh kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Warna tersebut dinilai oleh masyarakat banyak indentik dengan warna partai politik tertentu,” pungkas Sulaiman.[rilis]


