LHOKSEUMAWE – Anggota DPRA dari Dapil Lhokseumawe dan Aceh Utara Dedi Safrizal meminta PT. Perta Arun Gas (PAG) tidak hanya menjadi perusahaan yang menguntamakan konsep mencari keuntungan bisnis semata. Namun, juga harus benar-benar menjadi penopang perekonomian masyarakat lingkungan perusahaan. Salah satunya dengan menampung tenaga kerja lokal.
PAG mengoperasikan (merevitalisasi) Kilang Arun untuk regasifikasi, saya meyakini di usianya (pengoperasian regasifikasi) yang masih dua tahun, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang besar. Oleh sebab itu, saya meminta perusahaan harus mengutamakan tenaga lokal. Dengan demikian ekonomi masyarakat sekitar juga tumbuh menjadi lebih baik, terang politisi PNA tersebut kepada portalsatu.com, Jumat, 10 Maret 2017.
Dedi menilai keberadaan PAG dalam dua tahun ini belum memberikan nilai positif secara maksimal bagi masyarakat sekitar dan Aceh pada umumnya. Masih banyak pemuda pengangguran di sekitar lingkungan perusahaan menjadi salah satu bukti, peran PAG belum dirasakan mamfaatnya secara signifikan.
Namun, Dedi menaruh haparan besar, memasuki tahun ketiga, PAG bisa membenahi kebijakan agar apa yang diharapkan masyarakat Aceh bisa terakomodir dengan baik. Termasuk penyaluran dana CSR harus diutamakan bagi gampong-gampong binaan di lingkungan proyek regas Arun itu.
Sebagaimana diketahui, dua tahun silam, tepatnya 9 Maret 2015, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG Arun di Blang Lancang, Lhokseumawe. Proyek itu dikelola PT. Perta Arun Gas (PAG), anak perusahaan PT. Pertamina Gas (Pertagas). (Baca: 2 Tahun Regas Arun, Apa Manfaat Untuk Rakyat?)[]


