BLANGKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues, Abd. Salam, secara blak-blakan membuka anggaran penanganan Covid-19 tahun 2020 mencapai Rp63 miliar.

Abd. Salam mengungkapkan jumlah dana itu saat didatangi puluhan pegawai Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) yang sudah sembilan bulan tidak menerima honor penanganan Covid-19 oleh Pemda setempat, Rabu, 2 Juni 2021.

Salam merasa terkejut setelah menerima informasi bahwa Pemda Gayo Lues masih memiliki tunggakan-tunggakan terkait penanganan dan pencegahan Covid-19. Salah satunya masalah tunggakan honor pegawai RSUMAK yang sudah sembilan bulan tidak dibayar Pemda.

“Kami telah menyetujui anggaran sebesar Rp63 miliar untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Gayo Lues, baik itu dampak covid atau program Sela Covid (Seco) maupun penangganan bencana alam. Namun, tanpa kami ketahui, ternyata Pemda masih mempunyai tunggakan-tunggakan,” katanya di hadapan Wakil Ketua DPRK H. Ibnu Hasim, dan beberapa anggota dewan lainnya.

Selaku anggota dewan, Salam mengaku DPRK hanya berfungsi sebatas penganggaran. Soal honor tenaga kesehatan pegawai RSMAK yang masih menunggak akan diperjuangkan oleh dewan supaya bisa segera dicairkan Pemda Gayo Lues.

Sepengetahuan Abd. Salam, anggaran sebanyak Rp63 miliar tersebut mencakup semua lini penanganan, pencegahan covid, pemberdayaan ekonomi maupun yang lainnya. Ternyata masih ada permasalahan-permasalahan yang belum diselesaikan Pemda hingga DPRK turun tangan menelusuri persoalan tersebut.[]