SUBULUSSALAM – Anggota DPRK Subulussalam, Dewita Karya meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk mengusir atau memindahkan kawanan gajah liar yang kerap masuk kebun petani dan merusak tanaman kelapa sawit milik warga di kawasan Sultan Daulat.

"Gajah itu sudah sangat meresahkan, konflik gajah liar ini sudah berlangsung lama di Kecamatan Sultan Daulat, tanaman kelapa sawit milik petani sering sekali diobrak-abrik oleh kawanan gajah liar itu," kata Dewita Karya kepada portalsatu.com/, Jumat, 2 Februari 2024.

Baca Juga: Kawanan Gajah Liar Obrak-Abrik Kebun Sawit Milik Warga di Sultan Daulat

Hal ini sampaikan Dewita Karya merespon keluhan petani sawit di Kampong Sigrun Sultan Daulat, Ramli setelah kebun warga itu menjadi porak-poranda akibat amukan hewan yang dilindungi itu.

Untuk nencegah kerugian yang lebih besar terhadap petani sawit di Sultan Daulat, Dewita berharap pihak BKSDA Aceh agar kawanan gajah tersebut dapat segera diusir atau dipindahkan ke tempat lain secara jangka panjang. Sehingga tidak lagi masuk ke kebun petani seperti yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini.

“Kalau tidak dipindahkan akan terus seperti itu, kejadian ini akan terus terulang kembali, kita halau di sini pasti dia pindah ke desa lain karena tidak bisa lagi keluar, karena itu kami harap segera ditangani,” pinta politkus PAN ini.

“Harapan kita masalah ini agar bisa cepat ditangani BKSDA, sehingga tidak terjadi lagi konflik satwa dengan manusia, apalagi gajah juga hewan dilindungi,” sambungnya.

Terkait kerugian petani atas amukan kawanan gajah liar itu, Dewita meminta pihak dinas terkait agar melakukan mendataan, dan begitu juga petani yang kebun dirusak gajah  agar melaporkan kepada dinas terkait.

Dewita yang saat ini duduk sebagai Wakil Ketua II DPRK Subulussalam akan mengawal program bantuan bibit sawit, agar nantinya petani yang kebunya menjadi korban amukan gajah liar, juga mendapatkan bantuan bibit sawit di tahun 2024 ini.[]