LHOKSUKON – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan dua rumah warga di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon tumbang, Kamis, 4 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara di Cot Girek, Aceh Utara, 13 rumah warga rusak dihantam angin kencang.
Kedua rumah yang terdampak di Lhoksukon masing-masing milik Ramlah (44), petani, warga Gampong Mata Ie, dan Jumadi Nurdin (54), nelayan, warga Gampong Cot U Sibak, Kecamatan Lhoksukon.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Plh. Kapolsek Lhoksukon, AKP M. Jamil, mengatakan saat kejadian pemilik rumah sedang berada di dalam rumah masing-masing. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon di sekitar lokasi tumbang dan menimpa bagian atap rumah warga.
Menurut M. Jamil, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat tertimpa batang dan ranting pohon.
“Kami bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, dan berkoordinasi dengan perangkat desa guna membantu penanganan dampak yang ditimbulkan,” kata M. Jamil, dalam keterangannya, Kamis (4/6).
Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama bagi warga yang memiliki pohon besar di sekitar rumah.
13 Rumah Warga Rusak
Di Kecamatan Cot Girek, sebanyak 13 rumah warga yang tersebar di lima gampong diterjang angin kencang dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, Kamis (4/6). Lima gampong yang terdampak meliputi Gampong Batu XII, Gampong U Baro, Ulee Gampong, Gampong Alue Leuhob, dan Kampung Tempel.
Kapolsek Cot Girek, Iptu Ade Syahputra, menyebut peristiwa terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu sehingga menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, dapur, teras, hingga ada rumah yang ambruk akibat tertimpa pohon.
“Berdasarkan pendataan yang dilakukan di lapangan, terdapat 13 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. Kerusakan yang terjadi bervariasi mulai dari atap rumah yang terlepas diterjang angin, bangunan tertimpa pohon hingga satu unit rumah ambruk,” ujar Ade Syahputra.
Menurut Syahputra, rumah-rumah yang terdampak dengan total kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh warga terdampak dalam keadaan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini masyarakat masih tetap menempati rumah masing-masing sambil melakukan pembersihan dan perbaikan terhadap bagian rumah yang rusak,” ujarnya.[]





