BANDA ACEH – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih waspada di pergantian musim atau masa pancaroba.Selama masa pergantian tersebut, keadaan alam sedikit berubah dari biasanya. Bukan hanya suhu udara saja yang meningkat, kecepatan angin juga diprediksi lebih kencang.
"Di musim pancaroba ini juga yang perlu diwaspadai adalah angin karena ada peningkatan," ungkap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria, saat dikonfirmasi portalsatu.com/, Kamis, 15 Februari 2018.
Dia mengatakan, kecepatan angin yang berhembus dari arah timur mencapai 40 kilometer per jam selama musim pancaroba. Kondisi ini berpotensi berbahaya jika meningkat lagi.
“Itu di mana arahnya antara timur laut dan timur dengan kecepatan antara 5 sampai 40 kilometer perjam, sehingga membuat ini harus sedikit diwaspadai karena kemungkinan bisa lebih,” katanya.
“Itu juga yang perlu kita waspadai dengan adanya kecepatan angin ini adalah tingginya gelombang yang ada sedikit peningkatan,” ujarnya lagi.
Ada beberapa daerah pesisir yang kemungkinan bisa terjadi gelombang tinggi akibat meningkatnya kecepatan angin pada perubahan cuaca kali ini. Di antaranya pesisir utara timur Aceh, seperti daerah Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, sampai dengan Sabang dan Pulau Aceh.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk lebih berhati-hati ketika akan melaut. Ketinggian gelombang laut antara 0,5 hingga 2,5 meter. Kendati kondisi ini tidak terjadi terus menerus, tetapi ketinggian gelombang mampu mencapai maksimum.
“Ini yang sangat perlu diwaspadai terutama untuk boat-boat kecil atau perahu nelayan. Karena dengan tinggi gelombang maksimum 2,5 meter tersebut, itu sudah tinggi gelombang menengah dan dapat membahayakan para nelayan,” katanya.[]



